Sulit Air Bersih di Pesisir Cilebar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sulit Air Bersih di Pesisir Cilebar

Sulit Air Bersih di Pesisir Cilebar

Written By Mang Raka on Jumat, 10 November 2017 | 14.30.00

CILEBAR, RAKA - Terlalu dekatnya jarak antara lepas pantai dan pemukiman masyarakat Dusun Sukajaya, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air tawar. Mayarakat terpaksa menggunakan air payau bahkan air asin untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan warga setempat sejak lama.
Menurut warga setempat, Kardi (35), mayoritas masyarakat di desanya menggunakan air payau untuk mememnuhi kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut karena jarak antara pemukiman dan laut yang tidak jauh. Untuk mendapat air tawar, diperlukan 12 sampai 15 pipa dari sumber air tawar. "Hampir semua kamar mandi ataupun sumur galian yang dimiliki masyarakat disini itu payau, bahkan asin, karena untuk mendapatkan air tawar itu mahal. Jadi kami terpkasa memanfaatkan yang ada," katanya, kepada Radar Karawang, Kamis (9/10) kemarin.
Adapun untuk saat ini, sangat jarang sekali masyarakat yang mempunyai kamar mandi sendiri karena terbentur biaya. Pasalnya, untuk membuat sumur bor membutuhkan lebih dari 12 pipa untuk menjangkau air tawar. "Agar bisa mendapat air bersih, kita harus mengebor itu minimal 120 meter dengan biaya Rp 25 jutaan," ternganya.
Untuk kebutuhan minum, masyarakat sedikit dipermudah dengan adanya air isi ulang, namun untuk kebutuhan lain seperti mandi, mencuci, dan kakus (MCK) harus tetap menggunakan air payau.
Warga lainnya, Acah (53) menuturkan, sejak ia kecil sampai sekarang, air payau tetap menjadi pilihannya. Bukan karena tidak mau air tawar, namun kemampuannya yang minim memaksanya untuk menikmati air payau sebagai kebutuhan sehari-harinya. Kadang air dari kamar mandi pun terasa asin jika keadaan laut sedang pasang. "Mulai dari nanak nasi, cuci piring dan kebuthan lainnya saya harus menggunakan air payau ini, kecuali untuk minum," paparnya.
Ia berharap, kepada pemerintah agar membuatkan sumur bor secara cuma-cuma untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, agar tidak lagi menggunakan air payau sebagai kebutuhan sehari-hari masyarakat. "Kalau bisa sih pemerintah bikinin kita sumur bor, khususnya buat daerah kita ini yang susah banget air tawar," pungkasnya. (rok)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template