Sukasari dan Maniis tak Lagi Terisolir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sukasari dan Maniis tak Lagi Terisolir

Sukasari dan Maniis tak Lagi Terisolir

Written By Mang Raka on Jumat, 24 November 2017 | 10.49.00

Jalan Lingkar Barat Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA - Penderitaan warga Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Maniis kini sudah berakhir. Masyarakat di dua kecamatan itu kini bisa menikmati mulus, panjang, disertai panorama alam yang memesona. Jalan tersebut dibangun oleh Pemkab Purwakarta.
Jalan yang dikenal dengan Jalan Lingkar Barat Purwakarta ini, memutus derita warga selama puluhan tahun. Sebab, masyarakat di wilayah itu terisolasi akses jalan darat karena dibangunnya bendungan Ir H Djuanda Jatiluhur puluhan tahun lalu. Selama itu pula telah memaksa warga menggunakan perahu di Waduk Jatiluhur hanya untuk sampai ke Kota Purwakarta.
Salah seorang warga Kecamatan Sukasari Heri (45) mengatakan, sebelum dibangunnya Jalan Lingkar Barat, aktifitas warga Sukasari sangat terbatas. "Sebab untuk bepergian kita harus menggunakan perahu. Karena itu alat transportasi utama jika ingin pergi ke luar kecamatan," katanya, Kamis (23/11).
Dia mengatakan, jika menggunakan perahu waktu yang dibutuhkan untuk mencapai bibir danau Jatiluhur mencapai satu jam bahkan lebih. "Namun kini setelah ada jalur darat kita hanya paling butuh waktu 30 menit sampai Kota Purwakarta," terangnya.
Hal senada dikatakan H Ade (34), warga Kampung Sodong, Desa Sukamukti, Kecamatan Maniis. Diakuinya, pembangunan akses jalan darat yang dibangun dengan beton ini sangat mendorong perekonomian serta memudahkan aktifitas pendidikan anak-anak di Kampung Sodong, Kecamatan Maniis. "Dulu harus naik perahu untuk ke Kota Purwakarta. Biasanya kita berlabuh di Desa Galumpit, Kecamatan Tegalwaru. Kemudian naik angkutan umum menuju Kecamatan Plered," katanya.
Jika mengambil rute dengan perahu, warga perlu waktu tambah untuk mencapai bibir waduk di Desa Galumpit. Sementara dengan mengakses jalan darat walau rutenya melingkar menuju pusat Kecamatan Maniis, namun hanya butuh waktu 10 menit perjalanan. "Kalau naik perahu bisa 30 menit, Tapi sekarang enak, bisa pakai kendaraan sendiri, hemat biaya dan hemat waktu juga," katanya.
Pembangunan Jalan Lingkar Barat Purwakarta dimulai sejak tahun 2015 lalu yang menghubungkan mulai Kecamatan Jatiluhur, Kecamatan Sukasari dan terakhir di Kecamatan Maniis. Panjang jalan yang dibangun kurang lebih 67 kilometer dan menghabiskan anggaran APBD Purwakarta multiyears sejak tahun 2015, 2016 dan 2017 senilai lebih dari Rp 100 miliar.
Pembangunan jalan ini terbilang cukup menyedot APBD Purwakarta yang hanya Rp 2,3 triliun. Sebabnya, jalan yang dibangun bukan sekedar memperbaiki jalan yang sudah ada. Namun harus membuka hutan dengan alat berat.
Soal infrastruktur baru ini, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, besarnya anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan Jalan Lingkar Barat ini harus dimanfaatkan betul oleh warga untuk membantu distribusi perekonomian warga sendiri. Termasuk untuk kepentingan pendidikan dan kesehatan warga.
"Intinya kan bangun jalan itu untuk membantu meningkatkan ekonomi warga, hasil alam gampang didistribusikan, anak-anak terbantu transportasi darat untuk sekolah dan warga yang sakit dimudahkan berobat. Jalan ini harus dijaga kebersihannya, jangan ada rumput yang tumbuh ke badan jalan, nanti kalau hujan gampang rusak," ujar bupati dua periode ini. (pwk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template