SMKN 1 Cikampek Garap Program Kawasan Industri Ekonomi Khusus - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » SMKN 1 Cikampek Garap Program Kawasan Industri Ekonomi Khusus

SMKN 1 Cikampek Garap Program Kawasan Industri Ekonomi Khusus

Written By Angga Praditya on Selasa, 21 November 2017 | 17.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Karawang disebut-sebut sebagai alumni yang paling banyak menelurkan angka pengangguran. Bahkan kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala SMKN 1 Cikampek, Makmur. Oleh karenanya untuk menyelesaikan persoalan tersebut, pihaknya saat ini tengah menyusun program baru yang ditargetkan bisa menjadi percontohan untuk sekolah yang ada di Karawang.
Program tersebut adalah program kawasan industri ekonomi khusus, dimana ada studi penyamaan antara lingkungan skolah dengan lingkungan perusahaan. Bahkan bukan hanya itu, tiga komponen penting yaitu etika, pengetahuan dan skil yang idealnya dimiliki oleh para tenaga kerja industri mulai ditanamkan pada para peserta didiknya.
"Ini merupakan program dari Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (Dit PSMK) Kemendikbud yang akan diterapkan di sekolah kami," kata Kepala SMKN 1 Cikampek, Makmur kepada Radar karawang, Senin (20/11).
Dia menyampaikan, program SMK kawasan industri dan ekonomi khusus ini, sudah mulai dilakukan berbagai persiapan, bahkan sudah ada sekitar sembilan perusahaan yang melakukan kerjasama untuk menyukseskan program tersebut, diantaranya Kujang, Toyota dan Bridgestone. Kemudian sejauh ini sudah mulai dilakukan komunikasi secara intens dengan perusahaan-perusahaan tersebut. "Sebanyak 25 guru (SMKN 1 Cikampek) mengikuti magang di industri dan di LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi)," katanya.
Karena, tambah Makmur, kalau untuk peserta didik sebenarnya bagaimana gurunya, agar adanya sinkronisasi atau link and match antara SMK dengan industri, maka langkah pertamanya adalah harus dimulai dari guru. Setelah itu kemudian membentuk lingkungan sekolah yang seolah persis dengan di perusahaan atau industri, ditambah memadainya sarana dan prasarana sekolah yang juga menyamai seperti mesin atau alat yang ada di industri. "Baru kemudian terakhir adalah bagaimana sikap, pengetahuan dan skil siswanya yang harus disesuaikan," ujarnya.
Dengan demikian, kata Makmur, setiap siswa yang lulus dari SMKN 1 Cikampek dipastikan memiliki kualifikasi yang baik untuk bisa masuk dunia industri sesungguhnya pada saat lulus nanti. Karena dia memiliki target 100 persen siswa SMKN 1 Cikampek bisa masuk industri. "Kalau sekarang baru sekitar 83 persen siswa lulusan kami masuk ke dunia industri," bebernya.
Adapun program kawasan industri ekonomi khusus yang saat ini digarapnya, akan final pada bulan desember mendatang, dimana lingkungan sekolah akan benar-benar terbentuk seperti lingkungan industri. Bahkan perusahaan-perusahaan yang sudah melakukan kerjasama, benar-benar bisa membawa kondisi perusahaan di sekolah. "Minimalnya bulan desember pekerjaan perusahaan ada atau bisa dikerjakan di sekolah," tegasnya.
Sementara untuk alat-alat yang dibutuhkan sendiri, saat ini tengah dilakukan langkah-langkah penyesuaian agar alat yang dimiliki sekolah paling tidak bisa sama secara fungsi dan kegunaannya dengan alat atau mesin yang ada diindustri. "Jadi nanti kami akan modifikasi sedemikian rupa agar alatnya benar-benar bisa persis dengan yang diperusahaan," katanya.
Bukan hanya itu, dari segi kurikulum juga akan didorong untuk disesuaikan dengan kebutuhan industri, dengan demikian, akan sempurnalah SMK menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang bernar-benar siap terjun kedunia industri. Hal itu sama dengan apa yang dilakukan di negara-negara maju, bahkan lebih dari itu sekolah menjadi pusat penelitian untuk menghasilkan sebuah produk. "Kalau untuk menjadi pusat penelitian (riset) masih jauhlah. Paling tidak menjadi sekolah yang secara SDm benar-benar siap pakai," bebernya.
Untuk merealisasikan program tersebut, pihaknya bahkan melibatkan SMK-SMK lain yang ada di sekitar Cikampek, seperti SMKN 1 Tirtamulya, SMK PGRI Cikampek dan beberapa SMK lain. Oleh karenanya dia optimis program tersebut bisa terealisasi dengan baik, karena seluruh persiapannya terus dijalani dengan baik. "Jadi kami ingin benar-benar membangun SMK yang berkualitas, makanya melibatkan juga SMK-SMK lain," pungkasnya.(zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template