Siswa Dilarang Bawa Ponsel - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Siswa Dilarang Bawa Ponsel

Siswa Dilarang Bawa Ponsel

Written By Angga Praditya on Jumat, 17 November 2017 | 15.30.00

*Jadi Pemicu Tawuran dan Kenakalan Pelajar

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Tata tertib larangan membawa ponsel bagi siswa ke sekolah masih belum diindahkan siswa SMPN 2 Lemahabang. Sampai saat ini pihak sekolah masih menemukan alat komunikasi itu setiap kali melakukan razia. 
 "Saya bawa Hape buat foto-foto di kelas dan di upload di media sosial," ucap Abi siswa SMPN 2 Lemahabang, Kamis (16/11), menjawab pertanyaan guru setelah kedapatan membawa ponsel saat berlangsung razia.
Sementara guru SMPN 2 Lemahabang Asmadi S.Pd, mengatakan razia ponsel dilakukan sewaktu-waktu. Dalam tata tertib sekolah bahkan sering disampaikan Kepala Sekokah,  agar siswa tidak membawa hand phone ke sekolah. Jikapun terbawa, titipkan di ruangan panitia sekolah. Bukan apa-apa sebut Asmadk, perkembamgan Medsos itu sangat rentan diselewengkan anak-anak usia sekolagi, apalagi dilakukan di sekolah.
Belajar dari pengalaman,  aksi tawuran dan kenakalan pelajar dewasa ini, tak jarang dipicu dari medsos ajakan tawuran, tantangan, geng dan lainnya. Lebih-lebih akses pornografi yang semakin mudah didapat membuat kalangan usia pelajar ini tidak terkendali. Sehingga, jika dibiarkan ini akan berpeluang terjerat sanksi UU Informasi dan Transaksi elektronik (ITE). "Razia ini sewaktu-waktu kita sudah atur dalam tata tertib. Dari ratusan siswa, masih ada belasan yang mungkin masih nakal membawa hand phone," ungkapnya.
Lebih jauh Asmadi menambahkan, bagi siswa yang kedapatan membawa HP, sementara larangan sudah jelas tertera. Maka ia bersama guru lainnya langsung menginterogasinya,  sebagai sanksi selain pemanggilan orangtua/wali murid siswa yang terjaring razia disuruh menyalin semua klausul dalam UU ITE dengan tulis tangan. Jika menolak sebut Asmadi, dirinya melarang peserta didiknya masuk ruangan kelas. Bahkan ponsel yang dibawa, apalagi dengan dengan alasan yang tidak bisa ditoleransi, pihak sekolah akan menahannya. Sebab gara-gara medsos juga sebut Asmadi, siswa di Jatisari hingga baku hantam, dan bisa membahayakan psikoligisnya. "Orangtua kami panggil ponsel juga kami tahan, siswanya juga harus tulis tangan UU ITE itu sebagaj efek jera dari sanksi yang kami berlakukan," ujarnya.
Kepala SMPN 2 Lemahabang H. Yoyon Sumaryono S.Pd mengatakan setiap kali upacara pihakya menyampaikan larangan siswa membawa HP ke sekolah. Bahkan untuk menghindari nama baik sekolah dicemarkan ia sempat data akun-akun Facebook siswa dan menghimbau agar menggunakan bahasa yang baik dan sopan ketika memasang status. Sayangnya masih ada beberapa siswa yang tidak menggubrisnya. "Kita sudah sering sampaikan larangan bawa hape tapi masih ada beberapa skswa yang membandel," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template