Setiap Bulan, Tiga Gadis Diperkosa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Setiap Bulan, Tiga Gadis Diperkosa

Setiap Bulan, Tiga Gadis Diperkosa

Written By Angga Praditya on Kamis, 30 November 2017 | 17.49.00

KARAWANG, RAKA - Kabupaten Karawang mulai tidak aman bagi anak-anak dan remaja perempuan. Mereka rentan menjadi korban kebuasaan predator seks yang saban bulan merenggut kegadisan.
Nyaris setiap minggu rintihan anak-anak gadis terdengar di berbagai tempat di Kota Pangkal Perjuangan. Mereka dipaksa melayani nafsu bejat para pelaku yang entah setan apa yang merasukinya. Tua, muda, hingga anak-anak menjadi manusia paling terkutuk di muka bumi. Mereka hilangkan gairah hidup para korban, yang beberapa diantaranya bahkan tidak mengerti petaka apa yang sudah menimpanya. Untuk tahu niatan busuk para pelaku saja mungkin mereka tidak paham, karena usia korban yang terlampau muda, bahkan beberapa diantaranya masih balita. Kode keras ini bukan hanya ditujukan bagi aparat kepolisian yang memiliki kewajiban menjaga ketentraman masyarakat, juga bagi Pemerintah Kabupaten Karawang yang kebetulan bupatinya juga seorang ibu. Dan para orang tua serta masyarakat, yang kekinian mulai cuek terhadap kondisi lingkungan keluarga maupun kehidupan bertetangga. Jika dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan serius, bukan tidak mungkin tahun depan akan ada ratusan anak gadis sudah layu sebelum berkembang.
Berdasarkan data yang diperoleh Radar Karawang dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang, kasus pemerkosaan yang ditangani kepolisian dari bulan Januari hingga awal Desember sebanyak 36 kasus. Jika dirata-ratakan, setidaknya dalam satu bulan ada tiga kasus pemerkosaan. Usia korbannya mulai dari empat tahun hingga 18 tahun. Sedangkan usia pelaku tidak kalah mencengangkan, mulai dari belasan tahun hingga tua bangka. Modusnya pun macam-macam. Dicekoki minuman keras, bujuk rayu, sampai benar-benar dipaksa.
Tengok saja apa yang dialami oleh remaja putri asal Telagasari. Gadis belia yang masih duduk di kelas X SMK ini dinodai beramai-ramai oleh sembilan remaja di pekarangan salah satu sekolah dasar di wilayah Majalaya, pada pertengahan Februari 2017. Sebelum peristiwa jahanam itu terjadi, korban diajak malam mingguan oleh tiga orang pelaku. Setelah dibawa ke lokasi kejadian, ada enam orang lainnya yang sedang pesta minuman beralkohol. Kemudian korban dipaksa menenggak miras. Meski awalnya menolak, tapi karena diancam akhirnya paksaan para pelaku itu diikuti korban. "Korban terlebih dahulu diancam untuk minum-minuman keras yang dicampur minuman berenergi. Karena takut, korban akhirnya ikut minum hingga tidak sadarkan diri. Saat korban mulai tak sadarkan diri, para pelaku akhirnya ramai-ramai mencabulinya," ungkap Kanit PPA Polres Karawang Ipda Herwit Yuanita.
Melihat fenomena kasus pemerkosaan di Kabupaten Karawang, Dewan Pengawas Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRCPA) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bima Sena mengatakan, aksi cabul tersebut terjadi karena pelaku terpengaruh minuman keras. Hal itu menjadi gambaran kecil jika di Karawang sangat mudah mendapatkan minuman keras. Mencegah agar tidak terulang kembali, Bima berharap Pemerintah Kabupaten Karawang mampu mengawasi peredaran minuman keras. “Terbukti dari berbagai kasus kriminal dan tindak pidana lain yang menjerat anak di bawah umur, karena minuman keras,” ungkapnya. (psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template