Sering Kebanjiran, Proses Perizinan Perumahan Disoal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sering Kebanjiran, Proses Perizinan Perumahan Disoal

Sering Kebanjiran, Proses Perizinan Perumahan Disoal

Written By Angga Praditya on Jumat, 24 November 2017 | 20.00.00

PURWASARI, RAKA - Perkembangan industri di Kabupaten Karawang ternyata berpengaruh pada perkembangan bisnis perumahan. Buktinya Puluhan hektar area pesawahan di Dusun Kaliwedi RT03/04, Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari nyaris habis dijadikan perumahan.
Darim, salah satu anggota Satpol PP Kecamatan Purwasari mengatakan, sebelumnya pembangunan perumahan yang ada di lokasi area sawah tersebut sempat menarik perhatian masyarakat setempat. Hasilnya sejumlah masyarakat juga turun aksi atas adanya pembangunan perumahan tersebut. Namun jangan salah dalam peruntukan pembangunan perumahan kata dia pihak perusahaan harus mesti memiliki berbagai ijin yang harus di teppuh. " Jangan semabrang main bangun aja kita harus perhatikan juga dampak yang terjadi akibat bertumbuhkan pembangunan perumahan," tuturnya.
Berbagai perizinan dalam membangun perumahan kata dia, pihak perusahaan harus memiliki izin prinsip, lalu aspek BPN, Iizin lokasi yang di dalamnya ada izin lingkungan warga setempat, site plane atau rencana tapak, feil banjir atau pembuangan saluran air, UKL UPL kajian lingkungan hidup, analisa dampak lalu lintas (andalalin), serta IMB. Menurutnya pihak perusahaan apakah sudah memiliki izin keselurhan dalam pembangunan perumahannya, itu belum tahu secara pasti. Maka tak heran jika masih ada masyarakat yang menuntut baik sebelum pembangunan dimulai maupun sudah dibangunkan. "Buktinya kejadian kemarin banjir di perumahan Residence Karawang di Desa Cengkong, saluran air atau drainase di perumahan tersebut tidak jelas, wajar jika perusahaan harus lebih memprioritaskan masyarakat," katanya.
Jangan sampai kata dia, masyarakat setempat terus yang menjadi korbannya atas pembangunan perumahan. Tidak menutup kemungkinan kata dia, jika disaat musim hujan dengan bertumbuhnya pembangunan perumahan dan habisnya area sawah, bahaya ancaman banjir bisa saja terjadi. Sebab, habisnya lahan pertanian dan tanah sudah habis dijadikan pembangunan sehingga air yang hujan turun akan lama untuk bisa kering. Belum lagi kata dia, bertambhanya jumlah penduduk juga akan berpengaruh pula pada penggunaan mata air atau sumbar daya alam yang dibutuhkan. Mungkin saja kata dia, masyarakat akan kesulitan untuk mendapatkan sumber air di kala musim kemarau. "Dampak-damaknya mungkin sudah banyak dialami oleh masyarakat setempat," akunya.
Sementara salah satu perwakilan masyarakat Jumadi Putra (24), warga perumahan Karawang Residence Blok D RT 013/010 Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, mengaku bahwa hampir setiap musim hujan turun perumahannya kerap mengalami banjir. Maka dia meminta kepada pihak perusahaan perumahan untuk bisa mengatasi kendala yang sering terjadi itu. "Minimal minta perbaiki saluran air, itu aja kok, biar kami tidak menjadi korban banjir setiap turun hujan," akunya.
Sementara Sekcam Kecamatan Purwasari, H. Panji Santoso mengatakan, bahwa semua pihak perusahaan yang membangun pembangunan perumahan di wilayah Purwasari sudah memiliki izin pembangunan perumahan baik itu amdal dan izin lingkungan lainnya. "Semuanya sudah ada izinnya ko, untuk mengtasi banjir mungkin nanti akan diperbaiki oleh perusahaannya sendiri," pungkasnya.(yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template