Seminggu Terendam Banjir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Seminggu Terendam Banjir

Seminggu Terendam Banjir

Written By Angga Praditya on Selasa, 21 November 2017 | 12.00.00

100 Keluarga di Cikampek Terancam Penyakit

CIKAMPEK, RAKA - Sudah seminggu lamanya 100 kepala keluarga di Dusun Ciluwek RW 10, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, tergenang luapan air Sungai Cikaranggelam. Meski saat ini sudah sedikit surut, penyakit maupun banjir susulan masih mengancam. Pasalnya, debit air sungai tersebut masih sejajar dengan badan jalan. Jika hujan kembali turun, dipastikan genangan yang merendam warga RT 01, 02, dan 03 itu kembali meninggi.
Kepala Dusun Ciluwek RW 10 Soleh mengatakan, banjir yang dialami warganya merupakan musibah yang sering dialami setiap musim hujan. Penyebabnya normalisasi Situ Kamojing tidak efektif. "Sudah seminggu banjir dialami warga Dusun Ciluwek. Sekitar 100 kepala keluarga lebih yang kebanjiran akibat luapan Sungai Cikaranggelam," terangnya kepada Radar Karawang di lokasi banjir, Senin (20/11) kemarin.
Dia melanjutkan, saat ini ketinggian air hanya sebatas mata kaki orang dewasa. Sebelumnya ketinggian air mencapai 50 centimeter. "Ada tiga RT yang kena, yaitu RT 01, 02 dan RT 03. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa," katanya.
Ironisnya, banjir yang rutin dialami warga belum direspon pihak pengairan Situ Kamojing. Padahal, pihaknya sudah berkali-kali meminta agar normalisasi pengairan Kamojing lebih dimaksimalkan. "Mau hujannya kecil ataupun hujan besar, warga disini selalu kena banjir. Karena tanggul tidak dirawat," ucapnya.
Untuk meminimalisir dampak dari luapan air Sungai Cikaranggelam, warga Dusun Ciluwek bahu membahu membuat saluran air baru. "Kami buat saluran yang dibuang ke irigasi besarnya. Agar saat sungai meluap dan membanjiri rumah, bisa dialihkan," tuturnya.
Kepala Desa Cikampek Selatan Heru Sopandi menyampaikan, sudah seminggu warga Dusun Ciluwek dihantui rasa Was-was. Mereka khawatir banjir yang disebabkan palang pintu air dari pengairan besar Situ Kamojing tidak optimal, kembali meninggi. "Pengairan Situ Pusaka Kamojing yang tidak efektif. Jadi air yang terus meluap membanjiri pemukiman warga disini," ungkapnya.
Bahkan, sebanyak 3 RT yang berada di wilayahnya terpaksa menjadi langganan banjir. Beragam upaya sudah dilakukan. Termasuk mendatangi pihak pengairan untuk melakukan normalisasi situ. Tapi hingga saat ini belum ada tanggapan. "Kami akhirnya kerja bakti melakukan penurapan dengan biaya sendiri. Kami pun membuat saluran pembuangan baru, biar air yang terus meluap bisa dialihkan ke irigasi besar. Setidaknya ini bisa meminimalisir debit air yang terus meningkat," paparnya.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Karawang Dion mengatakan, sampai saat ini baru tiga kecamatan yang terkena banjir, yaitu Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang Barat, dan Cikampek. "Yang paling sering Dusun Pengasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat," ujarnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template