Sawah di Dua Desa Terendam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sawah di Dua Desa Terendam

Sawah di Dua Desa Terendam

Written By Angga Praditya on Kamis, 16 November 2017 | 18.00.00

PLERED,RAKA - Hujan deras yang mengguyur wilayah Purwakarta dan sekitarnya, mengakibatkan hektaran sawah di dua desa di Kecamatan Plered terendam air. Para petani di wilayah itupun mulai gelisah lantaran air yang menggenangi sawah mereka tak kunjung surut.
"Kami hawatir padi yang baru ditanam tangkainya busuk, jika terendam air terlalu lama," kata Ubil (70), salah satu petani Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, kepada Radar Karawang, Rabu (15/11).
Ubil mengatakan, terendamnya hektaran sawah milik petani di dua desa ini, bukanlah kali pertama terjadi. Pasalnya, jika curah tinggi banjir kiriman dari desa tetangga kerap menggenang sawah petani tersebut. "Yah terpaksa kita harus menunggu air surut terlebih dahulu guna melihat kondisi benih padi, mudah-mudahan saja tidak rusak semuanya," harap Ubil.
Hal senada dikatakan Amad (70), petani lainnya, sudah beberapa tahun ini, kata ia, Sungai Cisadang mengalami pendangkalan, sehingga air yang mengalir saat musim penghujan masuk ke area pesawahan warga di Desa Cibogogirang maupun Cibogohilir. "Sudah hampir beberapa tahun ini sering seperti ini, soalnya air sungai meluap dan membanjiri sawah milik saya dan juga petani yang lain," jelasnya.
Dirinya mengharapkan, agar Pemerintah Kabupaten Purwakarta serta dinas terkait, untuk turun tangan mengatasi masalah banjir, sehingga kedepan tidak lagi terjadi banjir yang mengakibatkan petani mengalami kerugian.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rahlan Suherlan mengatakan, curah hujan yang relatif meningkat dan drainase yang kurang memadai menjadi penyebab adanya genangan air di areal sawah petani. Meski begitu, pihaknya akan sesegera mungkin menanggulangi permasalahan para petani di wilayah itu. "Kita berharap, mudah-mudahan segera surut dan tidak memerlukan penanamam  ulang. Namun apabila memerlukan penanaman ulang kita upayakan dengan melalui pengaturan dan pemanfataan benih persediaan yang ada di kelompok tani," ujarnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template