Santri Liunggunung Andalan Timnas U-16 - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Santri Liunggunung Andalan Timnas U-16

Santri Liunggunung Andalan Timnas U-16

Written By Angga Praditya on Minggu, 26 November 2017 | 16.00.00

Pulang Kampung tak Malu Urus Kambing

PURWAKARTA,RAKA - Salah satu bintang sepak bola Timnas Indonesia U-16 Yadi Mulyadi asal Desa Liunggunung, Kecamatan Plered, ternyata sebelum tenar ia setiap sore sering menggembala kambing dengan kakeknya, dan malam mengaji di Pesantren Liunggunung yang dipimpin oleh H Ahmad Anwar Nasihin, yang merupakan ketua MDS Rijalul Ansor Jabar.
Layaknya santri pada umumnya, jika guru tengah lengah Yadi bersama santri lainya kerap bermain bola plastik di depan asrama pesantren. Para guru dan teman Yadi tak menyangka bakat yang dimiliki anak tersebut kini menjadi pemain inti SSB Asad 313 Purwakarta, sampai akhirnya namanya semakin populer. Yadi Muyadi namanya dielu-elukan saat mendapatkan tropi pemain terbaik nasional U-12. Perawakannya yang tergolong tinggi dibanding teman-teman satu timnya, membuatnya mempunyai kelebihan tersendiri saat dia mengolah si kulit bundar.
Kini, namanya sudah mendunia. Sejumlah pihak dari media TV asing mengincarnya untuk wawancara. Bahkan, bulan depan, ada media TV asal Prancis yang sengaja datang ke Indonesia hanya untuk mewawancarainya. Dalam kesehariannya Yadi sangat sederhana, walaupun dia sudah menjadi bintang lapangan tetapi yadi tidak sombong dan masih seperti yang dulu, kalau pulang ke Liunggunung dia pasti sowan kepada gurunya KH Anwar Nasihin, dan selalu minta berkah dan memberi makan kambing. "Seorang santri bisa menjadi apapun asal bermanpaat untuk agama, bangsa dan negara, tidak mesti harus jadi kiai semuanya, seperti halnya Yadi Mulyadi kini menjadi pemain Timnas U-16, silahkan saja saya doakan semoga dia selalu menjadi santri dalam kondisi apapun," kata Kiai Anwar, Jumat (24/11). Kiai Anwar mengatakan, Yadi hidupnya sangat jauh dari kemewahan ataupun hura-hura. Kehidupannya saat ini merupakan anugerah terbesar baginya. Dulu, selain sekolah, ia bekerja sebagai pengembala kambing.
Yadi sendiri tinggal bersama kakeknya di sebuah rumah panggung dari kayu. Ukurannya kecil, nyaris tak bersekat. Letaknya agak mengerikan, berada dikemiringan yang relatif terjal di Desa Liunggunung Plered, Purwakarta. Di bagian bawah rumah terdapat sawah, tempat sang kakek mengadu nasib. Sang kakek bekerja sebagai petani. Sejak kecil, Yadi suka membantu kakeknya. Menggembalakan kerbau sudah dilakukannya sejak masih bersekolah di SDN Linggarsari I Purwakarta. Sepulang sekolah, ia pasti membantu kakeknya dengan menggembala kerbau.
Pertemuan Yadi dengan tim Asad 313 Purwakarta bermula dari pertandingan SD se- Purwakarta. Saat itu, perhatian Alwi selaku manajer, dan Ramdan selaku pelatih SSB Asad 313, tersedot oleh penampilan Yadi. Setelah permainan usai, tanpa pikir panjang, mereka berdua langsung mengajak Yadi bergabung ke SSB Asad. Yadi yang dikenal tekun berlatih ini bahkan ia kerap menambah jadwal latihan yang telah ditetapkan, terutama saat akan bertanding di Brasil. "Suka nambah latihan dengan sasapedahan (naik sepeda) biar napasnya lebih kuat, jadi tandingnya bisa lama. Kan lawannya besar-besar," ujarnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template