Rumah Warga Ciluwek akan Difogging - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Rumah Warga Ciluwek akan Difogging

Rumah Warga Ciluwek akan Difogging

Written By Angga Praditya on Rabu, 22 November 2017 | 15.00.00

Antisipasi Penyakit Pasca Banjir

CIKAMPEK, RAKA - Takut berdampak buruk terhadap kesehatan warga atas banjir yang melanda Warga Dusun Ciluwek RW 10, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek beberapa hari ini, dalam waktu dekat akan dilakukan pemoggingan. Selain itu, untuk mengatur arus air sungai cikaranggelam yang menjadi penyebab banjir warga melakukan penyodetan sungai.
Warga Dusun Ciluwek RT 1 RW 10, Nurjanah menyampaikan, saat ini air yang tergenang dipemukiman warga di wilayahnya, sudah mulai surut. Meski demikian dirinya masih merasa takut jika air kembali menerobos masuk kekediamannya. "Ya perasaannya sih pas tergenang air cukup lama juga, kami takut itu pas malam. Kalau tiba-tiba air begitu saja tinggi, kami takut itu tidur pun tidak nyenyak jadinya," ucapnya.
Dia menyampaikan, meski genangan air cukup lama dialami warga di wilayahnya. Namun hingga saat ini, belum terdengar ada warga yang terkena penyakit yang diakibatkan oleh banjir tersebut. "Alhamdulillah, gak ada warga yang terserang penyakit akibat banjir ini," ujarnya.
Sementara dilokasi kerja bakti penyodetan Sungai Cikarang Gelam, di Dusun Ciluwek RW 10, Soleh menambahkan, sudah melakukan penyisiran terhadap seluruh warganya yang terkena banjir. Dari total 100 kepala Keluarga yang terkena banjir, kondisinya masih aman dan tidak ada yang terserang penyakit. "Alhamdulilah pas kami coba data warga, tidak ada warga yang mengeluh gatal-gatal ataupun diare, semuanya aman," katanya.
Dilokasi yang sama, Kades Cikampek Selatan Heru Sopandi, menyampaikan, untuk mengantisipasi dampak yang disebabkan banjir yang terjadi di wilayahnya terutama untuk bisa menjaga kesehatan masyarakat. Pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk dilakukan pemoggingan di dusun ini. Hal tersebut dilakukan agar warga yang terkena banjir terhindar dari serangan DBD yang disebabkan air keruh dari sungai cikarang gelam. "Kami sudah lakukan kerjasama untuk nanti di pogging semuanya, khususnya warga yang terkena banjir ini, biar tidak ada penyakit yang menyerang, itu akan dilakukan jika sudah tuntas penyodetan air, biar air benar-benar surut dan normal kembali," ucapnya.
Karena, menurutnya, kalau tidak cepat tanggap dilakukan penyodetan sungai untuk mengalihkan aliran air yang kian tinggi. Dikhawatirkan akan terus memperparah keadaan. Mengingat musim penghujan masih panjang. "Kami sodet irigasi ini, jadi biar bisa dibuang ke pengairan besar. Soalnya hujan masih terus terjadi, jadi setelah selesai penyodetan kami baru akan melakukan poggingnya, warga masih aman juga," tegasnya.
Saat dihubungi Camat Cikampek Sueb Sulaeman, untuk dikonfirmasi perihal ada berapa titik lokasi potensi banjir di wilayahnya, dirinya hanya mengarahkan, untuk dikembalikan kesetiap kadesnya. "Soal itu, lebih detailnya tanya saja ke kadesnya," ucapnya.
Sementara Kasie Kesejahteraan Sosial (Kesos) Cikampek Sri Sukartinah, menyampaikan, untuk saat ini berdasarkan laporan di lapangan. Baru terdapat dua wilayah yang berpotensi terkena banjir akibat musim penghujan yang terus menerus turun. "Kalau berdasarkan laporan sih, sampe sekarang Kamojing dan Cikampek Selatan (yang terkena banjir), tapi nanti kita cek lagi, karena belum ada laporan lagi," ujarnya.(ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template