Ruko Pasar Dengklok Ditinggalkan Pedagang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ruko Pasar Dengklok Ditinggalkan Pedagang

Ruko Pasar Dengklok Ditinggalkan Pedagang

Written By Mang Raka on Rabu, 01 November 2017 | 14.42.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Berjejer ruko kosong yang berada di area dalam Pasar Rengasdengklok, di duga salah satu penyebab kemacetan meskipun jalan sudah diperbaiki, hal tersebut bisa terjadi karena para pedagang lebih memilih membuka lapak di tepian jalan. Bahkan pedagang kaki lima (PKL) berani merogoh kantongnya dalam-dalam demi stan dagangannya bisa terpampang ditepi jalan.
Menurut salah satu pedagang nasi, Sulaeman (59), yang tetao bertahan di ruko dalam, ada sekitar 50 hingga 70 ruko kosong yang ditinggalkan pemiliknya demi mengejar dan membuka stan lapak ditepi jalan. Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, pedagang lebih memilih membuka lapak di depan dengan menggadaikan rokunya yang berada di dalam akibat sepi pembeli. "Ya mau gimana lagi, emang pembeli sudah jarang yang mau ke dalam pasar," katanya, kepada Radar Karawang.
Dikatakannya, alasan pembeli tidak mau masuk ke dalam pasar untuk berbelanja memang sangat wajar, karena kondisi pasar becek dan bau. Sulaemam melanjutkan, ruko area dalam pasar digadaikan hingga Rp 25 jutaan. Sedangkan untuk bisa memasang stan di depan, pedagang harus mengeluarkan budget Rp 30 jutaan. Ia pun mengaku sudah tidak betah berada du area dalam pasar, selain bau busuk endapan air, sepinya pembeli menjadi alasan yang lebih kuat. Meskipun seperti itu, namun ia tetap bertahan di area dalam karena tidak mempunyai modal. "Semua ruko kosong ini digadaikan, lebih murah daripada stan di depan, padahal stan di depan lebih kecil, tapi memang pembelinya juga rame," ujarnya.
Di tempat berbeda, Kasi Trantib Rengasdengklok Junaedi Abdullah mengatakan, mulai dari penumpukan sampah, kemacetan, PKL yang banyak menggunakam badan jalan dan yang lainnya sudah sering kali ia benahi. Namun hal tersebut hanya bisa bertahan lama, sehari setelah pembenahan PKL kembali ke jalan. Sudah saatnya Pasar Rengasdengklok membutuhkan sentuhan tangan dari pemerintah kabupaten secara langsung, agar semua keluhan masyarakt, khususnya pedagang bisa teratasi. "Sering kali kita lakukan pembenahan, taoi gak bertahan lama, mungkin hal itu dilakukan karena memang kebutuhan yang sangat mendesak, sedangkan fasilitas tidak memadai, namun saya tetap tidak bosan-bosan untuk memberi imbauan agar para pedagang tetap berlaku rapi," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template