Regenerasi Nelayan dan Petani Menipis - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Regenerasi Nelayan dan Petani Menipis

Regenerasi Nelayan dan Petani Menipis

Written By Angga Praditya on Minggu, 12 November 2017 | 14.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA- Meski lahan pertanian masih luas dan hasil ikan di Karawang masih cukup besar, tetapi regenerasi petani dan nelayan Karawang mulai menipis. Hal itu diakibatkan oleh banyaknya generasi muda yang lebih memilih industri menjadi sumber mata pencaharian mereka.
Tokoh Pertanian dan Perikanan Cilamaya Wetan, Adja Sutardji mengatakan, dirinya pensiun dari PNS sebagai UPTD Perikanan dan beragam jabatan di internal Dinas Perikanan hingga Dinas Pertanian sejak 2001. Semakin hari, dirinya mengaku prihatin dengan kondisi potensi besar Karawang yang dulu gagah menjadi andalan, yaitu pertanian, termasuk perikanan.
Dua-duanya, sebut Adja, sampai saat ini sebenarnya masih mempunyai potensi yang besar untuk berkembang dan maju, tapi justru masih terkesan jalan di tempat. Contoh kecilnya adalah semakin menipisnya jumlah petani dan nelayan di Karawang. Regenerasi nelayan dan petani di Karawang semakin menipis karena lebih memilih alih profesi sebagai buruh pabrik atau industri. Akibatnya membuka peluang kejenuhan bertani dan melaut yang akhirnya meninggalkan lahan yang seharusnya digarap untuk bercocok tanam, mencari ikan dan lain sebagainya. "Yang saya sedihkan itu menipis regenerasi yang mau bertani dan melaut," Ungkapnya.
Lebih jauh Ia menambahkan, ikan- ikan laut dan budidaya tambak masih bisa berproduksi maksimal. Apalagi pengembangan olahannya juga semakin banyak namun jarang diperhatikan pemerintah. Karena, inovasi olahan ikan hasil laut Karawang, baik jenis bawal, bandeng, tongkol, tenggiri dan lainnya, tetap akan sulit akses jika tak disokong perhatian pemerintah. Termasuk, potensi besar rajungan. Karenanya, ia berharap, saran dan perhatian pada nasib nelayan, kiranya di tingkatkan, budidaya pemeliharaan lebih diperhatikan, sehingga bisa memiliki retribusi yang cukup besar, baik pertanian maupun perikanan. "keduanya dibutuhkan ketahanan, kalau di garap serius ini jadi potensi besar," pungkasnya.(rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template