Ratusan Hektare Sawah Diserang Hama - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ratusan Hektare Sawah Diserang Hama

Ratusan Hektare Sawah Diserang Hama

Written By Mang Raka on Jumat, 03 November 2017 | 17.01.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Ratusan hektare area pesawahan di Dusun Gambarsari, Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok terserang hama. Sejumlah petani menjerit tak berdaya setelah tanaman padinya tidak bisa dipanen. Kurang lebih 150 hektar dari 2 desa termasuk area pesawahan Desa Karyasari yang baru berumur 40 hari habis tak tersisa. Anehnya, para petani sendiri tidak mengetahui jenis hama yang menyerang area pesawahannya.
Petani dibuat kebingungan dengan keadaan tanaman padinya, pasalnya serangan hama tersebut merupakan yang terparah sepanjang dia menjadi petani. Warna daun padi menguning sebelum waktunya, namun para petani memprediksi jika rusaknya padi bukan karena serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC). Karena, setelah di kroscek, tidak ada tanda keberadaan hama wereng diseluruh bagian padi.
Menurut salah seorang petani Desa Kalangsuria, Radi (54), hama menyerang sejak padi berumur 15 hari. Bukan tanpa tindakan, berbagai macam obat-obatan dan pupuk sudah diberikan. Namun bukanmya membaik, justru malah semakin memperparah tanamam padi. "Sudah 2 kali saya semprot, belum obat-obatnya yang mahal. Sampai saat ini saya sudah keluar uang Rp 2 jutaan untuk biaya semprot," katanya, kepada Radar Karawang, Kamis (2/11) kemarin.
Berbagai upaya telah dilakukan petani, hingga menghabiskan Rp 9 juta untuk membeli obat dengan harapan tanaman padinya bisa diselamatkan hingga panen. Namun apa daya, bukannya bisa teratasi. Serangan hama malah semakin menjadi sehingga petani mengalami kerugian yang tidak sedikit. Ironisnya, hingga saat ini belum ada dari dinas terkait yang sengaja meninjau ataupun hanya sekedar melihat kondisi padi. Selain itu, Radi juga mengakui hingga saat ini belum ada petugas pertanian yang meninjau lokasi sawah, bahkan program asuransi desa pun tidak ia ketahui.
Menurut salah satu pemerhati pertanian Endang Burhan, area tersebut terkena virus kerdil hampa. Pasalnya, virus tersebut disebabkan oleh vektor WBC ataupun Wereng Batang Hijau, biasanya penyakit tersebut ditularkan pada masa pembibibitan. Hal terssbut membutuhkan sosialisasi intensif kepada petani yang kurang memahami jenis penyakit tersebut. Pasalnya, penyakit tersebut susah untuk dikendalikan jika sudah terjangkit karena hama tersebut merupakan virus yang menyerang. "Kalau sudah seperti itu sudah tidak ada pengendalian, sudah tidak ada upaya lagi bagi petani, artinya sudah selesai dan mulai menanam kembali," ujarnya.
Antisipasi dari awal, kata Burhan lagi, seharusnya memang ada sosialisasi di usia-usia pembibitan atau saat sebar, yaitu untuk menghindari vektor sebahai virus hamanya tersebut. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template