Ratusan Haktare Padi di Jayakerta Gagal Panen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ratusan Haktare Padi di Jayakerta Gagal Panen

Ratusan Haktare Padi di Jayakerta Gagal Panen

Written By Mang Raka on Selasa, 07 November 2017 | 14.00.00

JAYAKERTA, RAKA - Selain ratusan hektare area pesawahan di Kecamatan Rengasdegklok yang gagal tanam. Ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Jayakerta yang meliputi depalan desa mengalami gagal panen akibat serangan hama wereng.
Salah satunya area pesawahan di Desa Makmurjaya, dari lahan pesawahan seluas 200 hektare, 70 persennya mengalami gagal panen. Selain harus menanggung kerugian akibat puso, para petani juga dipaksa menelan pil pahit lainnya. Pasalnya, harga padi merosot drastis, dengan harga normal Rp 5100/kilogram, saat ini petani hanya menerima harga dari tengklulak sebesar Rp 4200/kilogram.
Menurut salah seorang petani warga Dusun Cibenda RT 14/4, Desa Makmurjaya, Dede Hendriana (30), dirinya mengaku sudah hampir bosan dengan upaya yang dilakukan, berbagai macam cara untuk mengantisipasi agar tanaman padinya bisa dipanen. "Kita sudah menyemprotkan bermacam obat inspektisida, namun tidak mendapatkan hasil atau bisa membunuh hama wereng," katanya, kepada Radar karawang, Senin (6/10) kemarin.
Dikatakannya, ia terpaksa melakukan panen sebelum waktunya. Hal ini ia lakukan, bersama petani lain agar tidak merugi terlalu besar. Kejadian puso sudah berlangsung lama, bahkan hampir disemua wilayah di Kabupaten Karawang, namun Dinas Pertanian tidak ada upaya mengantisipasi atau memberi solusi melalui penyuluhan kepada petani. Harga gabah juga anjlok. Kerugian diperkirakan mencapai 15 juta/hektare, terinci mulai dari olah tanah pembibitan hingga penyemprotan hama.
Sementara itu, Kepala Desa Makmurjaya Ade Suryadi, semua petani pada musim panen saat ini mengalami kerugian sangat besar akibat serangan hama wereng, dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin agar padinya bisa bertahan dari serangan hama. Namun tetap tidak membuahkan hasil. Tak ada yang bisa lagi di perbuat selain harus pasrah menerima nasib. " Ya mau gimana lagi, kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tetap hasilnya seperti ini," ujarnya.
Menurutnya, pihaknya akan segera memanggil Gabunga Kelompok Tani (Gapoktan) untuk mencari solusi, agar dapat menyampaikan keluhan petani ke Dinas Pertanian. Ia juga Berharap pada musim tanam kedepan ada perhatiannya atau bantuan dalam bentuk bibit maupun pupuk. "Kami sangat prihatin dengan kerugian petani akibat gagal panen, untuk itu kami akan memanggil gapoktan dan mencarikan solusi untuk musim tanam nanti, berharap ada bantuan berupa bibit maupun pupuknya dari Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Kasihan petani tidak memiliki modal akibat gagalnya panen," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template