Polisi Buru Pelaku Pembegalan dan Ranmor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Polisi Buru Pelaku Pembegalan dan Ranmor

Polisi Buru Pelaku Pembegalan dan Ranmor

Written By Angga Praditya on Kamis, 30 November 2017 | 16.00.00

PURWASARI, RAKA - Banyaknya kasus pencurian sepeda motor, pembegalan dan aksi kejahatan lainnya membuat gerah pihak kepolisian, salah satu langkah untuk memburu dan mencegah tindak kejahatan yang terjadi di wilayah Kecamatan Purwasari, pihak kepolisian gencar melakukan operasi kendaraan bermotor. Seperti yang dilakukan di depan Mapolsek Purwasari, Rabu (29/11) kemarin.
Kapolsek Purwasari Ipda Muh Solton mengatakan, pada dasarnya dengan keberdaan kendaraan yang tidak memiliki surat-suratlengkap bisa saja berasal dari hasil tindak kejahatan. Maka dari itu, untuk bisa terus menggali informasi dari para pengendara yang memang mendapatkan motor tersebut dari kejahatan akan terus dikembangkan sampai pelakunya bisa tertangkap. "Untuk mengetahui informasi pelaku kejahatan, kita bisa dapatkan dari para pengendara yang tidak memiliki surat-surat kendaraan juga," ucapnya.
Dengan banyaknya pelaku kejahatan pembegalan yang terjadi di Kabupaten Karawang bisa diketahui dengan melakukan kegiatan operasi. Maka dari itu dirinya terus memerintahkan kepada setiap anggotanya untuk tidak pernah berhenti melakukan kegiatan operasi kendaraan. "Semoga bisa mengurangi angka kejahatan yang terjadi di Karawang khusunya di wilayah Purwasari," jelasnya.
Dari kegiatan operasi yang menugaskan 14 personil kepolisian mampu mengamankan 2 unit kendaraan ranmor roda dua dengan alsan pengendara tidak membawa surat STNK karena ketinggalan di rumah. Untuk bisa memastikan alasan yang sering dilontarkan oleh pengadara saat pelaksanaan operasi tersebut dirinya tidak mudah begitusaja untuk melepaskan para pelaku. Maka untuk barangbukti yang tidak membawa surat-surat kendaraan lengkap diamankan di Mapolsek. "Yang ketinggalan STNK nya di rumah, diminta untuk pulang dulu dan membawa surat-suratnya," terangnya.
Bukan hanya melakukan operasi kendaraan yang tidak lengkap saja, bahkan kata dia, dalam setiap operasinya selalu mengingatkan para penegndara atau masyarakat untuk bisa menggukan pengaman kepala dengan memakai helm, agar tidak terjadi hal yang tidak diingkan ketika mengalami kecelakaan. "Melakukan teguran sebanyak delapan kali kepada pengendara yang tidak memakai helm," ungkapnya.
Sementara salah satu pengendara yang berhasil diamankan, Ahmad Jaelani (28) warga Desa Sukasari, mengaku bahwa dirinya bersalah karena tidak menggunakan helem pengaman pada saat berkendara. Laki-laki yang akan pergi bekerja tersebut akhirnya tepaksa harus pulang dan membawa helm untuk bisa digunakannya. "Nggak pake helm, nggak dibawa di rumah, sama STNK nya," akunya.(yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template