PHK Massal Menanti - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PHK Massal Menanti

PHK Massal Menanti

Written By Angga Praditya on Rabu, 22 November 2017 | 12.00.00

-UMK Karawang Tertinggi, Pengusaha Ancam Relokasi Pabrik

KARAWANG, RAKA - Untuk kelima kalinya sejak tahun 2013, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang selalu tertinggi di Jawa Barat. Dalam keputusan yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Nomor: 561/Kep.1065-Yangbangsos/2017, Selasa (21/11) kemarin, disebutkan UMK tertinggi tahun 2018 adalah Karawang Rp 3.919.291, terendah Pangandaran 1.558.793.
Berbagai spekulasi mengenai PHK massal pun muncul. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang Ahmad Suroto memprediksi, kenaikan upah sebesar 8,71 persen itu akan memukul dunia industri terutama sektor tekstil, sandang, dan kulit. Hingga bulan Oktober 2017, kata Suroto, sudah ada 12 ribu karyawan dipecat karena perusahaannya tidak bisa menanggung beban produksi, termasuk upah minimum Kabupaten Karawang sebesar Rp 3.605.272. "Apalagi UMK tahun depan mencapai Rp 3,9 juta, pasti berpengaruh terhadap perusahaan," ungkapnya kepada Radar Karawang, Selasa (21/11) kemarin.
Suroto mencontohkan, PT Dream Sentosa Indonesia kolaps karena tidak mampu membayar upah buruh. Akibatnya 6 ribu karyawan dipecat. "Kalau sudah begitu, pengangguran semakin meningkat," katanya.
Ia melanjutkan, agar perusahaannya bisa tetap produksi secara normal, biasanya pengusaha yang tidak mampu membayar upah buruh pasti memilih merelokasi perusahaannya ke daerah yang lebih kecil UMK nya. "Misalnya ke daerah Indramayu atau Jawa Tengah," tuturnya.
Meski begitu, bagi pengusaha yang masih ingin melanjutkan usahanya di Karawang tapi tidak sangguh membayar upah buruh sesuai dengan UMK, Suroto menunggu pengajuan penangguhan upah hingga pertengahan Desember 2017. "Kita lihat berapa banyak perusahaan yang mengajukan penangguhan upah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC FSP LEM SPSI Kabupaten Karawang Agus Jaenal mengatakan, sejak tahun 2013 UMK di Karawang selalu tertinggi dibanding daerah lain di Jawa Barat. Apalagi sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, dengan menggunakan formulasi inflasi nasional dan  produk domestik bruto, UMK karawang pasti akan menjadi upah terbesar dan tidak mungkin tersusul oleh UMK daerah lain. "UMK Karawang selalu tertinggi," ujarnya.
Menyinggung banyak perusahaan di sektor TSK yang mengancam akan melakukan PHK massal dan merelokasi pabriknya ke daerah lain, Agus mengatakan sejak tahun 2014 banyak perusahaan tekstil yang melakukan penangguhan upah. Menurutnya hal itu lebih disebabkan karena masalah kemampuan usaha dan sistem bisnis khususnya di Karawang. "Untuk sektor alas kaki atau sepatu justru mereka mampu membayar upah di sektor 1," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Karawang Syamsu Sobar belum memberikan pernyataan resmi. Telepon dan pesan singkat yang dikirim belum berbalas. (cr1)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Upah pingin naik terus,..malah phk di depan mata,..know tes

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template