Petani Panen Padi Hijau - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Panen Padi Hijau

Petani Panen Padi Hijau

Written By Angga Praditya on Selasa, 21 November 2017 | 14.30.00

*Khawatir Padi Busuk Kalau Teremdam Banjir Lagi

TELUKJAMBE BARAT  RAKA - Petani di Kampung Kampek, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat terpaksa melakukan panen dini terhadap tanaman padi mereka. Hal itu mereka lakukan karena khawatir sawahnya kembali direndam air setelah nyaris tenggelam sepekan lalu akibat banjir melanda wilayah tersebut. 
"Kita terpaksa panen awal meskipun usia panen masih satu minggu lagi. Keputusan itu kita tempuh karena khawatir banjir lebih besar terjadi dalam seminggu ini dan menenggelamkan tanaman padi kami," tandas Sardi (51) petani Kampung Kampek, Senin (20/11). Sardi sendiri mengaku terpaksa melakukannya meski padinya masih berwarna hijau dan belum siap panen.
Dituturkan Sardi banjir pekan lalu merendam lebih dari 10 hektare tanaman padi milik petani di kampung tersebut. Tanaman padi yang sudah berbuah dan berusia lebih dari 60 hari terendam banjir yang diakibatkan meluapnya tersier Pangasinan. Petani khawatir kalau tidak cepat-cepat dipanen tanaman padi akan membusuk karena terlalu lama terendam air.
Meski demikian, Sardi tidak menampik jika tidak sedikit juga petani yang berharap air segera surut sambil menunggu tanaman padinya menguning agar ketika dipanen hasilnya baik. "Tidak semua petani yang melakukan panen awal, ada juga sebagian petani yang menunggu sampai tanaman padinya kuning baru dipanen. Itu sih hak masing-masing petani," ucapnya.
Sementara petani Desa Karangligar Wage (59) yang juga melakukan panen dini mengatakan jika panennya ini karena terpaksa. Dilihat dari usia yang belum memasuki masa panen, kemungkinan untuk mendapatkan kualitas gabah berkualitas hanya tinggal harapan. Wage merupakan satu dari sebelas petani di Desa Karangligar yang sawahnya terendam banjir.
"Semuanya ada 10 hektare yang kena imbas banjir. Saya memiliki panen duluan karena khawatir nanti akan banjir lagi. Kalau itu terjadi bisa busuk tanaman padi saya," ucap Wage. Beruntung sawah Wage berada dipinggir jalan sehingga tidak mengalami kesulitan untuk mengangkut gabahnya. Berbeda dengan posisi sawahnya berada di tengah lahan pertanian terpaksa menggunakan alat pelampung untuk mengangkut padi yang sudah dipanen.
Kepala Penyuluh Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pertanian Kecamatan Telukjambe Barat Neneng Ratnasari SP mengatakan pihaknya sudah berupaya optimal untuk meningkatkan produksi gabah di wilayah itu. Namun kenyataan berkata lain. Sawah yang baru akan memasuki penuaan sudah diterjang banjir. "Sekitar 10 hektare terendam banjir dan 5 hektare penyemaian padi erancam gagal tanam," katanya.
Neneng juga menegaskan usaha Dinas Pertanian agar petani tidak merugi salah satunya melalui asuransi petani yang telah disosialisasikan kepada seluruh petani yang ada di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat. Hanya saja kendalanya masih  ada, sampai sekarang ada saja warga yang tidak begitu menyimak pentingnya arti Kartu Asuransi yang di keluarkan Dinas Pertanian. Salah satunya penanggulangan perihal kerugian seperti saat ini," tandasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template