Pemuda Telagasari Kembangkan Anggur Ninel - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemuda Telagasari Kembangkan Anggur Ninel

Pemuda Telagasari Kembangkan Anggur Ninel

Written By Angga Praditya on Sabtu, 25 November 2017 | 20.30.00

TELAGASARI, RAKA - Penyelia tanaman asal Desa Talagasari, Kecamatan Telagasari ini kembali membuat eksperimen tanaman buah. Setelah sukses dengan buah kawista, Wawan Syarif kini mencoba mengembangkan tanaman anggur varietas Ninel dan Redwol di tanah Telagasari.
Melalui tangan basahnya, batang-batang tanaman anggur yang masam di okulasi yakni menyatukan mata tunas tanaman sejenis pada suatu irisan batang sehingga dapat tumbuh bersatu, sehingga menjadi tanaman yang menghasilkan buah bernilai jual tinggi. Bahkan anggur rambat ini sudah bisa dipanen di usia sembilan bulan. "Pengembangan anggur sudah hadir di TB 1 Desa Mulyasejati kecamatan Ciampel,  namun masih dikebun-kebun rumah dan buahnya masam," kata Wawan.
Terpicu dari rasa buah itu, Wawan memgembangkan sistem greffty atau okulasi untuk menghasilkan buah varietas lain yang lebih manis. Karenanya, komunitas anggur mania Karawang saat ini tengah melakukan anggurisasi. "Di TB 1 Mulyasejati sudah banyak tanaman anggur tapi ditanam dikebun-kebun rumah," ungkapnya.
Wawan menambahkan, proses greffti adalah proses menyambung batang dua varietas melalui plastik, ibarat tulang manusia, saat patah bisa ada penyambungnya,  begitupun pada tanaman anggur ini.  Batang yang masam, disambung oleh batang tanaman anggur varietas ninel dan rwdlow agar buahnha menjadi manis. Sehingga, pada proses pertumbuhan Sekunder, tersier dan primer berjalan normal dan di usia primer atau 9 bulan inilah masa pembuahan sedang berkembang. Bahkan siap panen. Hanya saja sebut Wawan, di usia primer, perlu ada tambahan perawatannya karena selain tanaman harus 60 persen pasir, 20 persen sekam bakar dan 20 persen pupuk kandang, juga harus di topang dengan perangsang P2O2 dan K2O (senyawa kimia) selain potasium, dimana tanaman anggur ini diberi nutrisi 34 persen oxim dan posphate 52 persen. "Tidak perlu banyak kebun tanam anggur, cukup lahan 30 centimeter juga tumbuh, asal di masa primer perawatannya optimal," ungkapnya.
Wawan menambahkan, selama perawatan,  tanaman anggur ini disiram seperti biasa,  dengan catatan jangan sampai batang hasil grefty ini hindarkan dari jamur. Selama masa pertumbuhan grefty,  batang tanaman ada baiknya ditutup plastik sebagai ultraviolet yang mempertahankan panas pada batang tanaman. Wajar saja, jika dalam satu Polyblack (plastik wadah bibit tanaman), proses grefty dan okulasi anggur ini dibanderol dengan harga diatas ratusan ribu. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template