Pemkab Sleman Lirik ATM Beras Cilamaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemkab Sleman Lirik ATM Beras Cilamaya

Pemkab Sleman Lirik ATM Beras Cilamaya

Written By Angga Praditya on Jumat, 24 November 2017 | 14.00.00

CILAMAYA WETAN,  RAKA - Masih ingat ATM beras hasil karya anak SMK Iptek Cilamaya dalam program Pos Pelayanan Teknologi (Poyantek). Diam-diam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Propinsi Jogjakarta, melirik Teknologi Tepat Guna (TTG) yang menjadi wakil Karawang di tingkat Nasional tersebut.
Kamis (23/11) siang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (DPMPD), Bappeda dan Pendamping TTG Kabupaten Sleman mengunjungi lokasi pembuatan ATM beras yang sudah dimodifikasi. Perwakilan DPMPD Sleman, Didik Hari Suryo mengatakan dirinya datang bersama 12 rekan kerjanya ingin belajar Teknologi Tepat Guna yang dikemas dalam program posyantek.
Lebih detailnya, Pemkab Sleman belajar alur, dasar dan aplikasinya sehingga mampu mengantarkan ATM beras ini sampai ketingkat Nasional. Sebab jujur, sebut Didik di Sleman, Posyanteknya masih belum begitu berkembang, sehingga perlu banyak belajar ke kota lain. Kebetulan saat browsing, TTG di Karawang yang diwakili oleh Teknologi ATM beras ini muncul dan membuatnya minat untuk berkunjung dan belajar.
Hasilnya, sangat mengesankan sebab dengan alat ini masyarakat bisa dengan mudah, rapi dan tertib mengambil beras melalui kartu yang sudah memiliki sensor. Kalau membuat, tentu saja tidak akan bisa cepat, karenanya ia ingin detil memanfaatkan waktu belajar atas keberhasilan Posyantek ini. "Sangat mengesankan. Kita browsing dan tertarik atas karya posyantek di Cilamaya ini. Sekalian menjawab rasa penasaran ini kita belajar dalam studi banding ini," pungkasnya.
Tokoh masyarakat Desa Tegalsari yang juga Ketua Yayasan di SMK Iptek Cilamaya, H. Imron Rosyadi mengatakan, dasar dibuatkanya ATM ini terinspirasi dari banyaknya masyarakat kurang mampu harus antre dalam setiap pengambilan beras, khususnya Rastra. Walaupin inovasi awal hanya menggunakan barang-barang bekas seperti lemari es,  besi dan peralatan seng, namun ATM yang sudah dilengkapi sensor, kartu dan ardoinu ini sudah dimodifikasi semenjak dipilih sebagai juara 2 di tingkat Kabupaten, masuk ke Provinsi hingga akhirnya ke Palu Sukawesi Tengah ditingkat nasional.
Awalnya hanya untuk pengembangan di internal saja dan masyarakat sekitaran desa Tegalsari, namun inovasi ini dilirik Posyantek hingga akhirnya diikutsertakan dalam pameran-pameran TTG. "Awalnya sih memanfaatkan barang bekas, sekarang sudah dimodifikasi," katanya.
Camat Cilamaya Wetan Drs H. Hamdani mengapresiasi kedatangan Pemkab Sleman ke Cilamaya. Sekilas, kecamatan ini adalah show window pertanian Indonesia, sehingga pasar di perbatasan Subang - Karawang ini juga banjir pedagang-pedagang beras. Dasar itu yang memungkinkan lahirnya pengembangan TTG posyantek di Cilamaya ini dengan ATM beras.
Istilah ATM sebut Camat, biasa dikenali dengan uang, namun yang dilihat saat ini adalah beras. Sehingga masyarakat penerima raskin atau rastra lebih tertib dan teratur, tidak banyak tangan dan takarannya juga pas. Bahkan, kesuksesan Posyantek yang sudah di SK kannya ini, mungkin bisa dikembangkan lebih besar lagi. Baik dalam kota maupun luar kota. "Selamat datang dan belajar di Posyantek kami. Semoga ilmu dan oleh-olehnya bermanfaat buat pemkab Sleman disana," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template