Pemkab Purwakarta Serius Urus Fasilitas Keagamaan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemkab Purwakarta Serius Urus Fasilitas Keagamaan

Pemkab Purwakarta Serius Urus Fasilitas Keagamaan

Written By Angga Praditya on Senin, 27 November 2017 | 10.41.00

PURWAKARTA, RAKA - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta melansir data perkembangan keberagamaan, serta toleransi beragama di Kabupaten Purwakarta cenderung mengalami peningkatan.
Hal ini tidak lepas dari sejumlah kebijakan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi terkait keberagamaan, serta toleransi beragama. Sehingga berdampak positif, terutama bagi umat Islam di Purwakarta.
Seperti yang disampaikan Kasubag Agama, Pendidikan dan Kesejahteraan Bagian Kesra Setda Purwakarta Dindin Ibrahim SAg, bahwa kegiatan keagamaan di Purwakarta cukup meningkat, terutama kegiatan keagaamaan bagi umat muslim. Diantaranya adalah meningkatkan jumlah masjid dan musala, guru ngaji dan santri yang mondok di Purwakarta. "Peningkatannya signifikan malah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seperti musala, masjid, guru ngaji hingga santri yang belajar di ponpes," ungkapnya.
Peningkatan yang paling signifikan terlihat pada sarana dan guru keagamaan di Purwakarta dalam range tahun 2013-2016, untuk diketahui saja jumlah masjid di Purwakarta sebanyak pada tahun 2016 1.292 masjid, musala 1.030, santri 9.452, kiai/ustad 1.662 dan guru ngaji 5.005 orang. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mengalami peningkatan setiap tahunnya.
"Dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan hal itu berdasarkan kebijakan Bupati Purwakarta, salah satunya kewajiban pendalaman Alquran dan kitab kuning. Termasuk integrasi sekolah umum dan madrasah," ujarnya.
Bahkan, kenaikan fasilitas keagamaan seperti sekolah agama atau madrasah pun mengalami kenaikan dari tahun ketahunnya. Apalagi setelah ada pelajaran kitab kuning, sekolah berbasis kitab kuning cukup meningkat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Purwanto belum lama ini menuturkan bahwa atmosfer keberagaman toleransi di Purwakarta meningkat. Indikatornya, jumlah pesantren bertambah, jumlah santri dan mutu pesantren meningkat. Jumlah masjid pun terus mengalami peningkatan.
"Kepesertaan madrasah melek pada Alquran dan kitab kuning terus meningkat partisipasinya, termasuk jumlah pendidik agama grafiknya terus mengalami peningkatan," ungkapnya.
Peningkatan sarana dan prasana sendiri ternyata dibarengi oleh peningkatan kesejahteraan guru ngaji, terutama guru madrasah yang mengajar kitab kuning. Menurutnya, selama sebulan para guru ngaji mendapatkan honor sebesar Rp 1 juta. "Bahkan kita memberikan honor kepada 600 guru ngaji yang mengajar kitab kuning dan pendalaman Alquran di sekolah umum, ini membuktikan bahwa tingkat keagamaan di Purwakarta meningkat," jelasnya. (pwk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template