Pemkab Disindir Perbaiki Pustu Rusak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemkab Disindir Perbaiki Pustu Rusak

Pemkab Disindir Perbaiki Pustu Rusak

Written By Angga Praditya on Senin, 20 November 2017 | 17.00.00

TEGALWARU, RAKA - Keberadaan layanan kesehatan baik pusat kesehatan (puskesmas) maupun puskesmas pembantu (pustu) saat ini menjadi ujung tombak program keluarga sehat. Sayangnya, hal itu tidak berlangsung mulus. Disejumlah daerah ternyata masih ditemukan pustu yang sudah tidak beroperasi.
Seperti Pustu di Dusun 01 Desa Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru sudah 2 tahun ini tidak beroperasi. Padahal, keberadaan Pustu semestinya membuat warga senang, sebab tempat pelayanan kesehatan masyarakat cukup dekat, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh lagi pergi berobat.
Buruknya fasilitas kesehatan di Desa Kutamanueh merupakan persoalan serius. Sayangnya hal itu belum mendapat perhatian Dinas Kesehatan. Padahal bangunan yang berada tidak jauh dari kantor desa itu, mesti dalam kondisi buruk tetapi masih bisa diperbaiki, sehingga bisa kembali dipergunakan untuk melayani kesehatan masyarakat.
Menurut warga setempat, fasilitas layanan kesehatan pustu di daerah mereka dibangun pada 2006 lalu. Pustu ini kemudian beroperasi hingga tahun 2015. Namun sejak itu tenaga medis yang bertugas mengalami sakit dan tugasnya pun jadi tidak maksimal hingga kini belum ada pengganti sehingga keberadaan pustu jadi tidak berfungsi.
"Sekarang karena mantri yang jadi petugas puskesmas Pembantu sakit matanya jadi sulit untuk melakukan pemeriksaan kepada warga yang sakit dan berobat di Pustu itu. Makanya untuk berobat warga ke Puskesmas Loji yang jaraknya sangat jauh. Padahal sebelumnya kami cukup berobat ke pustu. "Disini kan banyak nenek-nenek dan anak-anak. Kalau ke Loji lumayan jauh, kasihan mereka," ucap Zakia (29) Warga Desa Kutamaneuh kepada Radar Karawang, Minggu (19/11).
Sayangnya, kata Zaskia, bukan saja tidak beroperasi lagi tetapi bangunan Pustu pun mengalami kerusakan karena tidak diraat. Padahal menurut saya diperbaiki saja lagi dan difungsikan kembali sebagai puskesmas pembantu. Apalagi disini juga banyak bidan, ketimbang buka praktek di rumahnya kan akan lebih berguna jika difungsikan ke pustu. "Kebanyakan Bidan di Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan, Ogah-ogahan bertugas di Pustu. Mereka memilih berpraktek di rumahnya masing-masing," ucapnya.
Sementara warga lainnya H. Asep (51) menambaukan keberadaan puskesmas pembantu sebetulnya membuat warga merasa nyaman karena bisa menjadi alternatif pengobatan ketimbang ke Puskesmas Loji. Apalagi lagi jika menilik wilayah Desa Kutamaneuh yang merupakan daerah pegunungan. Akan lebih mudah berobatnya ke Pustu Kutamaneuh ketimbang ke Loji. 
"Jarak Desa Kutamaneuh dan Puskesmas Loji jaraknya hampir 7 kilometer. Itu lumayan jauh, apalagi jika kondisi penyakit yang diderita warga dalam kategori darurat, sepeti terpatuk ular dan persalinan. Makanya jika ada pustu bisa menjadi alternatif pencegahan. Untuk itu Pemerintahan Kabupaten Karawang mesti tahu bahwa banyak Pustu di Kecamatan Tegalwaru, kondisinya sangat memperihatinkan, ini mesti dilakukan pemeriksaan," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template