Pemilik Facebook Harus Punya KTP - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemilik Facebook Harus Punya KTP

Pemilik Facebook Harus Punya KTP

Written By Angga Praditya on Rabu, 29 November 2017 | 18.30.00

LEMAHABANG WADAS,  RAKA - Pemerintah diminta untuk tidak menggarap registrasi kartu perdana telepon seluler saja yang menggunakan nomor induk kependudukan (NIk), kartu keluarga (KK) dan KTP saja tetapi juga terhadap pengguna media jejaring sosial. Terlebih saat ini pengaruh buruk media sosial bukan saja terimbas terhadap pengguna dewasa namun juga anak usia sekolah. 
Hal itu diungkapkan guru SMPN 2 Lemahabang Asmadi S.Pd, Selasa (28/11). Menurut dia, pengaruh buruk jejaring sosial bukan saja membuat anak usia sekolah terperangkap seks bebas dan penyalahgunaan obat terlarang tetapi juga tawuran. Melalui akun yang dimilikinya, anak-anak janjian transaksi obat,  pacaran hingga menantang tawuran antar sekolah,  sehingga menimbulkan ketersinggungan yang dalam dan tak terpendung tindakan kriminalitas marak dilakukan anak-anak usia sekolah. 
Asmadi menyarankan agar pemerintah memfilter akun-akun media sosial seperti halnya registrasi kartu perdana yang mengharuskan pengggunaan melampirkan NIk KK dan KTP,  dengan kata lain, anak yang belum ber KTP el secara tidak langsung tidqk boleh menggunakan kartu telepon selular bahkan handphone. Hal ini menurut Asmadi jadi hal positif untuk dilakukan karena bisa menyelamatkan generasi muda. "Benih tawuran, kenakalan remaja, seks bebas dan penyalahgunaan obat itu sekarang diawali di akun-akun media sosial," katanya. 
Masih dikatakan Asmadi guru disetiap sekolah kewalahan memonitor anak dewasa ini,  karena medsos jadi momok menakutkan yang rentan disalahgunakan. Bahkan kekeliruan di Facebook misalnya soal membuli sekolah,  saling ejek,  tetapi sekolah justru yang diminta tanggungjawab. Dikatakan Asmadi, ada tiga tempat yang perlu pengawasan, yaitu di sekolah oleh Guru,  di rumah orangtua dan di Media sosial seharusnya pemerintah yang bertanggungjawab. Karenanya, kalau facebook dan lainnya itu diatur oleh pemerintah,  maka pemiliknya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. "Kami kewalahan pantau anak di Media sosial,  maka pemilik FB harus yang sudah memiliku KTP El," katanya.
Lebih jauh ia berharap,  meskipun persoalan pengaturan jejaring sosial ini jadi domain pusat dalam hal ini Kemenkominfo, namun ada baiknya saran Asmadi Karawang bisa mempelopori dan memberikan masukan kepada pusat soal Medos ini, karena medsos sangat rentan disalahgunakan. Ia katakan ini, bukan berarti melarang penguasaan IT,  karena filterisasi ini, anak masih bisa browsing ke google mencari pengetahuan, tanpa harus menggunakan akun-akun dijejaring sosial. "Ini bukan mengekang anak pada penguasaan IT tapi lebih pada regulasinya saja dibenahi," pungjasnya.
Sementara Kepala SMPN 2 Lemahabang Yoyon Sumaryono S.Pd, mengatakan sebelum masuk jejaring sosial di sekolah justru sudah diterapkan larangan membawa handphone. hal ini untuk mencegah penyalahgunaan handphone itu yang bisa berakibat kenakalan pelajar. "Kita proteksi lebih jauh, diawali dengan tidak membawa handphone kita berharap bisa meminimalkan kenakalan pelajar," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template