Padi Diserang Hama, Penyuluh Pertanian ke Mana? - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Padi Diserang Hama, Penyuluh Pertanian ke Mana?

Padi Diserang Hama, Penyuluh Pertanian ke Mana?

Written By Mang Raka on Sabtu, 04 November 2017 | 16.03.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Petani Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok, mempertanyakan keberadaan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Unit Pelaksana Teknis Daerah UPTD Pertanian Rengasdengklok. Pasalnya, hingga saat ini PPL maupun perwakilan UPTD Pertanian belum pernah kelihatan meskipun area pertanian Rengasdengklok diserang hama.
"Kami sudah angkat tangan dengan hama yang menyerang kali ini, kami butuh penanganan langsubng dari yang ahlinya. Tapi sampai sekarang tidak pernah datang ke sini," kata salah seorang petani setempat, Radi (45), kepada Radar Karawang.
Dirinya beserta petani lain saat ini sedang kebingunan untuk mengambil langkah selanjutnya, dirinya juga sangat membutuhkan uluran bantuan dari tenaga ahli maupun pemerintah, mulai dari penanganan hama, hingga proses kedepannya. Mengingat sudah banyak modal yang dikeluarkan untuk modal tanam dan sudah hampir kehabisan akal untuk mengurusi tanaman padinya saat ini. "Mau kami obatin tapi gak yakin bisa sembuh, mau ditraktor lagi takutnya masih bisa diakalin. Makanya saat ini kami sangat membutuhkan tenaga ahli," keluhnya.
Selain hama yang menghabiskan lahan pertanian, petani juga mempertanyakan proses peminjaman traktor bantuan pemerintah untuk petani yang dikelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Pasalnya, biaya sewa traktor tersebut tidak ada bedanya dengan traktor miliki orang lainya, yakni mematok harga Rp 1 juta.
Petani lainnya, H Udin (61) menuturkan, sawah miliknya saat ini terkena hama yang tidak jelas keberadaannya. Namun hingga saat ini tidak pernah adanya penyuluhan atau sekedar informasi dari pihak terkait. Mengenai traktor yang didistribusikan pemerintah, dirinya terpaksa membeli traktor sendiri untuk membajak sawahnya. Karena traktor yang didistribusikan pemerintah tersebut tidak ada bedanya dengan traktor biasa. "Mending saya beli sendiri traktor, kapan saja bisa saya lakukan pembajakan. Namun untuk hamanya, saya gak tau hamma jenis apa ini, karena bertahun-tahun baru kali ini menghadapi keadaan seperti ini," ujarnya.
Ia sangat mengharapkan penjelasan dari petugas pertanian agar tidak menjadi pertanyaan para petani, mulai dari hama yang dinilai sangat membingungkan sampai traktor yang tak jelas peruntukannya. Karena ia merasa untuk petani saat ini tidak pernah ada perkembangan. Sedangkan Kabupaten Karawang merupakan lumbung padinya Jawa Barat. "Kalau kami mesti bayar sama dengan traktor lain, buat apa dikatakan bantuan atuh, sekalian ini hama kami sangat butuh bantuan langsung untuk menentukan kelanjutan tanaman padi kami," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template