Nasib TKW: Berangkat Sehat, Pulang Cacat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nasib TKW: Berangkat Sehat, Pulang Cacat

Nasib TKW: Berangkat Sehat, Pulang Cacat

Written By Angga Praditya on Rabu, 22 November 2017 | 17.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Diduga diberangkatkan melalui PJTKI ilegal, seorang TKW asal Purwakarta, alami kecelakaan kerja di negara Bahrain. Adalah Aneng Yunengsih (37), warga Kampung Legokbarong, RT 09, RW 04, Desa Pusaka Mulya Kecamatan Kiarapedes. TKW ini pulang ke tanah air dengan menggunakan biaya sendiri. Kondisi Aneng sangat memprihatinkan ia kembali ke Purwakarta pada Jumat (17/11) lalu dengan kondisi kedua bagian paha hingga kakinya mengalami luka bakar.
Aneng mengungkapkan, bahwa sebelumnya berangkat ke Bahrain diberangkatkan dengan melalui PJTKI Fajar yang berada di Jalan Batu Ampar Condet Jakarta pada Desember 2016 lalu. Keberangkatanya itu tanpa proses yang sulit. Dengan dokumen serta tanpa proses karantina dan juga pendidikan yang harus dikuasainya, ia langsung diberangkatkan begitu saja ke Bahrain untuk dijadikan sebagai pembantu rumah tangga dan mendapat gaji sebesar 2.7 juta perbulan.
Karena korban tidak menguasai pekerjaan sebagai pembantu, kemudian ia dikembalikan ke Agen Royal yang berada di Bahrain. Tidak berlangsung lama, kemudian bekerja kembali, namun mendapat hal yang sama dan hingga empat kali majikan, korban pun dikembalikan lagi ke agen itu dengan alasan korban tidak bisa menguasai pekerjaanya. Sambil menunggu untuk disalurkan kembali bekerja, TKW itu dikantor Agen Royal dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga.
Sementara ketika memasak air dengan menggunakan dang-dang untuk keperluan kantor, nahas air panas itu tumpah mengenai ke dua bagian paha serta kakinya, sehingga Aneng menderita luka bakar sekitar 25% setelah menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit di Bahrain. Beruntung, atas bantuan BNP2TKI korban dengan kondisi luka bakar, dapat kembali ke Purwakarta namun seluruh biaya, baik pengobatan maupun tiket pesawat ditanggunggung sendiri. "Sampai saat ini baik agen Royal maupun penyalur tenaga kerja di Indonesia kemudian suami saya lapor ke Disnaker Purwakarta ternyata PJTKI yang terletak di jalan Batu Ampar condet itu tidak tercantum namanya,'' kata Aneng. Selasa (21/11).
Aneng menyadari bahwa sudah ada pelarangan dari Pemkab Purwakarta untuk menjadi TKW di luar negeri, namun dengan melalui sponsor diluar daerah dan persyaratan mudah ia pun akhirnya tergiur. "Sebelum pergi pun keluarga mendapat uang sebesar 4 juta, jadi saya minat untuk berangkat,'' ujarnya.
Kini Aneng mengaku menyesal, ia pun memutuskan untuk tidak mencari kerja lagi diluar negeri dan akan tinggal bersama keluarga di kampungnya di Purwakarta. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template