Ketegangan Upacara Hari Pahlawan di SMPN 1 Lemahabang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ketegangan Upacara Hari Pahlawan di SMPN 1 Lemahabang

Ketegangan Upacara Hari Pahlawan di SMPN 1 Lemahabang

Written By Angga Praditya on Sabtu, 11 November 2017 | 18.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA- Dua kali lagu gugur bunga disenandungkan mengiringi pidato pekikan Bung Tomo saat penurunan bendera setengah tiang di halaman SMPN 1 Lemahabang. Suasana ratusan siswa dan puluhan guru di penjuru kelas yang sudah mengikuti prosesi upacara resmi sebelumnya, langsung fokus menghadapkan badan dan mengangkat hormat tangan kanannya menghantar sang saka merah putih turun dari tiang, menandai penghormatan kepada para pahlawan.
Air mata beberapa guru dan murid tidak terbendung seolah merasakan zaman lawas masa perjuangan dahulu. Hal itu mewarnai sekelumit prosesi upacara hari pahlawan di SMPN 1 Lemahabang pada Jumat (10/11) pagi. "Kita harus bersyukur bisa menghirup udara kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan, jasa mereka akan terus di kenang selamanya, kita yang masih ada, wajib meneruskan perjuangan dengan prestasi dan kemampuan kita..,Merdekaaa....!," Seru Kepala SMPN 1 Lemahabang, Samsudi.
Ia mengaku sangat berbangga hati, sebab selain bisa menggelar upacara atas inisiatif sekolah, yang bertindak sebagai petugasnya juga adalah guru-guru yang mengenakan pakaian beragam profesi, seperti Linmas, Polisi, TNI, Guru dan beberapa pakaian adat. Meskipun persiapan hanya dilakukan dua hari saja, hal ini bisa menginspirasi para siswa bahwa guru itu patut diteladani dan ditiru atas hal baiknya.
Ingat pesannya, kata Samsudi, guru yang juga pahlawan tanpa tanda jasa yang usianya lebih dari 40 tahunan begitu bersemangat berdiri dan berpanas-panasan mengikuti upacara, maka tidak ada alasan para siswa untuk bermalas-malasan ikuti upacara, karena di tanggal 10 ini adalah momen penting mengenang sejarah yang ditumpahkan pendahulu dengan keringat, darah dan air mata untuk kemakmuran bangsa Indonesia. Tanpa RA Kartini dan Dewi Sartika, kaum perempuan tidak akan ada emansipasi, dan kalau tidak karena letupan semangat bung Tomo, are- are Suroboyo dan hallo- hallo- Bandung tidak akan ada, karena saat itu, dimulai start merebut kemerdekaan. "Saya bangga dan haru, karena di hari pahlawan ini upacaranya dibalut dengan petugas dari guru-guru, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah surprise hari ulang tahunnya juga yang ke 57 yang disuguhkan para siswa pada saya," ungkapnya.
Salah seorang guru yang bertugas sebagai pimpinan pasukan, Sukaryan mengatakan, tidak ada persiapan khusus menjadi petugas. Namun, karena memang pengalaman yang juga aktivis Resimen Mahasiswa UNSIKA, ia tidak canggung berpakaian ala militer untuk jadi pemimpin pasukan. Baginya, itu bagian dari pengalaman dan keseriusan menyambut hari pahlawan. "Ditunjuk beberapa hari lalu, persiapan khusus sih gak ada, ya kita langsung saja beraksi," kata guru olahraga ini.
Pantauan Radar Karawang selama upacara, selain diwarnai semangat-semangat nasionalisme dan perjuangan, Kepsek SMPN 1 Lemahabang juga menerima kejutan ulang tahun dari para siswanya sesaat setelah upacara digelar. Karena tanggal 10 November juga menjadi hari lahirnya.  "Saya terharu, bangga dan senang sampai sesak, karena selama menjabat Kepsek baru kali ini diberi kejutan ulang tahun sama anak murid, justru saya gak menyangka sama sekali," pungkasnya.(rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template