Keong Mas Gempur Wanakerta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Keong Mas Gempur Wanakerta

Keong Mas Gempur Wanakerta

Written By Angga Praditya on Selasa, 28 November 2017 | 15.00.00

Petani Tanpa Penyuluh Pertanian 

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Petani Telukjambe Barat kewalahan menghadapi gempuran hama wereng dan keong mas yang memyerang sawah mereka. Sementara upaya terakhir menyemprotkan desinfektan  sudah dilakukan, namun sama sekali tidak membawa perubahan. Alhasil para petani pun saat ini dicekam rasa was-was gagal panen.
Petani Kampung Jatimulya, Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Caih (51), Senin (27/11) mengakui kalau musim tanam akhir tahun 2017 ini menjadi masa tanam cukup sulit bagi petani padi. Serangan hama wereng dan keong mas yang cukup masif membuat mereka terus dibayang-bayangi gagal panen. Di desanya saja ada puluhan petani yang mengalami serangan wereng dan keong mas.
Kebanyakan wereng menyerang sejak sepuluh hari usia tanam padi. Bahkan sudah ada beberapa petani menghabiskan desinfektan untuk menghalau gencarnya hama wereng namun tetap tidak berhasil. "Padahal usia tanam baru sepuluh hari saja, daun padi sudah banyak yang berwarna kuning karena di serang hama wereng. Parahnya lagi selain wereng ternyata dibarengi pula keong mas. Petani jadi semakin putus asa," ucapnya. 
Dirinya pun menambahkan sekarang ini petani sedang kebingungan khawatir usia padi tidak sampai panen karena keburu mati. Sementara Pengawas Lapangan dari Dinas Pertanian pun sudah lama tidak pernah datang memberikan informasi terkait persoalan pertanian. "Sudah tiga bulan terakhir ini tidak ada lagi petugas pengawas lapangan Dinas Pertanian yang membimbing kami," ucap Caih. 
Hal senada diungkapkan Odah (44) juga petani Jatimulya, hal yang membuatnya heran hama wereng seolah tahan terhadap desinfektan yang disemprotkan petani. Beberapa petani bahkan sudah patah arang menghadapi dua hama tersebut. Bahkan sebagian petani yang masih memiliki modal masih berupaya melakukan berbagai cara untuk membersihkan sawahnya dari hama keong mas. "Modal sama hasil hampir sama, tapi kalau kami tidak bertani, maka kesulitan kami malah lebih parah, karena kami warga yang hanya mengandalkan bertani menjadi penghasilan utama kami. Kadang padi yang bagus pun saya jual supaya tetap bisa menanam," Ucapnya.
Sementara, saat menghubungi Dinas Pertanian Kecamatan Telukjambe Barat, Koordinator Petugas Lapangan Pertanian Kecamatan Telukjambe Barat, Neneng Ratnasari. SP. menjelaskan, tenaga lapangan di Kecamatan Telukjambe Barat memang sangat kurang. Bahkan dua tenaga PPL di dua wilayah berbeda pun sudah tidak ada. "Untuk tenaga PPL Desa Wanakerta, memang sudah lama tidak aktif dan untuk Desa Parungsari, telah meninggal dunia. Sementara saya baru bertugas selama 3 bulan, akan tetapi dengan persoalan itu kami akan coba berkoordinasi dengan petani agar ada jalan keluarnya," Ucap Neneng. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template