Kades Pertanyakan Rumus Pembagian DBH - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Pertanyakan Rumus Pembagian DBH

Kades Pertanyakan Rumus Pembagian DBH

Written By Angga Praditya on Selasa, 28 November 2017 | 17.30.00

KUTAWALUYA, RAKA- Sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Kutawaluya mempertanyakan rincian dan rumus Dana Bagi Hasil (DBH) yang digelontorkan oleh pemerintah Kabupaten Karawang. Pasalnya Kades menlilai pembagian DBH yang sudah diputuskan akan turun sebesar Rp 50 Milyar untuk ke 397 desa itu hitungannya tidak dilakukan secara terbuka, sehingga banyak kades yang mempertanyakan bagaimana rumus pembagiannya.
“Jadi posisinya (perolehannya) ada yang turun, mungkin ada yang naik. Sedangkan hasil rapat, bahwa DBH itu turun. Disitu saya pengen tahu cara perhitungannya bagaimana?,” kata ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Kecamatan Kutawaluya yang merupakan Kepala Desa Sampalan, Jamaludin, kepada Radar Karawang.
Dirinya mengku akan segera mendatangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk mempertanykan bagaimana cara perhitungan DBH. Pasalnya, selain dirinya, masih banyak Kepala Desa yang yang belum memahami rumus dan cara pembagian DBH tersebut ke masing-msing desa. “Hasil rapat, DBH turun, tapi kenyataannya tidak seperti itu, yang turun-turun, yang naik-naik. Kalau kata Kades Mulyajaya mah perhitungannya kaya anak ujian, yaitu pake ngitung kanciing. Yang seperti ini hartus di perjuangkan, Cuma pengen tahu aja, melihatnya dari segi apa? Tanya ke kecamatan juga gak pada ngerti,” ujarnya.
Sementara Kepala Desa Mulyajaya Endang mengatakan, jika pembagian anggaran DBH untuk Kepala Desa dengan cara berhitung kancing, seperti halnya anak sekolah yang sedang ujian namun gak bisa baca. Maka itu jelas tidak bisa dipertanggung jawabkan. “Ngitungnya kayak yang sedang ujian sekolah tapi gak bisa ngerjain, akhirnya ngitung kancing baju. Tung de, tung de, yang ngitung dapat DBHnya gede,” candanya.
Sekretaris Apdesi Kabupaten Karawng H Alek Sukardi menyampaikan, pendapatan pajak dan retsibusi daerah yang diterima Pemerintah Kabupaten Karawang nilainya selalu ada kenaikan tiap tahun. Namun, besaran DBH yang turun sama besarnya dengan tahun 2016 lalu, hal ini yang patut dipertanyakan. Dengan alasan defisit anggaran, tidak serta merta bisa menyelesaikan pertanyaan tiap Kepala Desa. “Pendapatan dari pajak dan retribusi yang diterima Pemda Karawang yang nilainya naik tiap tahun 2015 Rp.70 M, 2016 Rp.74 M, 2017 sampai pada APBD Perubahan diketok palu tercatat sebesar Rp 96 M," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template