Kades Mulyajaya Gratiskan Rastra dan Tanggung Biaya Kematian - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Mulyajaya Gratiskan Rastra dan Tanggung Biaya Kematian

Kades Mulyajaya Gratiskan Rastra dan Tanggung Biaya Kematian

Written By Angga Praditya on Rabu, 29 November 2017 | 19.30.00

KUTAWALUYA, RAKA-  Tak ingin membebani masyarakat 4 tahun memimpin desa, Kepala Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya Endang AMd,Kom menggratiskan beberapa kepentingan dan kebutuhan masyarakatnya. Mulai dari biaya penebusan beras sejahtera (Rastra), dana kematian hingga tanggungan mengaji selama 7 hari 7 malam, menghapuskan beban rotinan dan lainnya.
Terhitung 1127 kepala keluarga (KK) di Desa Mulyajaya yang mendapatkan rasta secara rutin dan tak pernah dibebankan biaya penebusan, 4 liter beras rastra dibagikan kepada seluruh warga masyarakat. Namun dalam setiap pembagian selalu ada sisa, dan sisanya tersebut dikhususkan bagi fakir miskin dan jompo yang berada di desanya. "Kalau sampai sekarang sudah berjalan 5 tahun, semua rastra yang dibagikan ke masyarakat saya tanggung semua," kata Kades Mulyajaya kepada Radar Karawang di kantor desanya, Selasa (28/11) kemarin.
Selain menggratiskan rasta, beban masyarakat di bidang lainnya pun ikut dirasakan oleh oleh kades. Seperti halnya ketika salah satu masyarakatnya yang meninggal, ia memberikan dana kematian sebesar Rp 2 juta, di tambah dengan biaya ngaji selama 7 hari tujuh malam. "Untuk tahun 2018 mendatang, persis tanggal 1 Januari saya akan naikan lagi dana kematiannya sebesar Rp 3,5 juta," ujarnya.
Ketika ditanya maksud dan tujuannya, sehingga ia berani mengeluarkan uang yang mencapai Rp 8,1 juta dalam setiap pagu rasta turun, ia mengaku tindakan tersebut hanya untuk memenuhi keinginan berbaginya kepada masyarakat. Apalagi melihat kondisi masyarakatnya yang berada di tengah himpitan ekonomi. "Ah pengen berbagi rezeki aja sama masyarakat," ucapnya.
Selain rasta gratis dan uang kematian. Kades juga menghapus beban rutin kepada masyarakat, beban bayar rondaan kepada masyarakat. Padahal, masih kata kades, desanya merupakan salah satu desa yang tidak mempunyai Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang aktif dan yang bisa diandalkan, namun mampu meengurangi beban masyarakat.
Di tempat berbeda Ajan (54) membenarkan, jika selama 5 tahun berjalan hingga saat ini. Dirinya hanya tahu jika rasta sudah ada di depan rumahnya untuk bisa di olah dan di manfaatkan. Ia mengaku tidak pernah di pusingkan apalagi di bebani bagaimana cara menebus "Saya gak pernah nebus rasta, pokoknya tahu-tahu sudah ada di depan rumah aja," terangnya.
Ia berharap, hal seperti ini bisa terus terjadi hingga generasi kades berikutnya, selebihnya bisa dilakukan oleh kades yang lain di Kecamatan Kutawaluya. Umumnya bisa di lakukan oleh seluruh kepala desa. karena dalam suatu daerah, tidak mungkin orangnya kaya semua, maka dari itu hal seperti ini mesti bisa berjalan di mana saja, bukan hanya Kutawaluya, Kabupaten, dan provinsi. "Se-negara kalau bisa seperti ini," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template