Jembatan Rawamerta Kurang Lebar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jembatan Rawamerta Kurang Lebar

Jembatan Rawamerta Kurang Lebar

Written By Angga Praditya on Sabtu, 18 November 2017 | 15.00.00

RAWAMERTA, RAKA- Dinilai terlalu sempit, jembatan irigasi Rawamerta yang menghubungkan antara Desa Pasirkaliki dan Desa Sukamerta, sering kali mengakibatkan kemacetan. Jembatan yang mempunyai lebar 3 meter dengan panjang 6 meter tersebut, tidak bisa dilewati dua mobil secara bersamaan.
Menurut warga Desa Sukamerta, Wahyu (48), jembatan tersebut memang sudah lama di bangun dan dinilai kuat. Sejak awal pembangunan di zaman Belanda dahulu hingga sekarang, belum pernah direnovasi maupun diperbaiki, hanya dilakukan perawatan seadanya. Sedangkan kendaraan berat sudah sering barlalu lalang memanfaatkan jembatan tua tersebut. "Kalau jembatan mah memang kuat, dari dulu juga belum pernah diuubah. Hanya saja sempit, jadi sering macet," katanya, kepada Radar Karawang.
Belum lagi dengan banyaknya pembangunan dan pengecoran yang menggunakan mobil besar dan alat berat. Kemacetan akibat sempitnya jembatan sudah sering kali terjadi. Selain sempit, jembatan tersebut juga dinilai sudah sangat tua.
Di tempat yang sama, Fahruroji (25) seorang pedagang yang mangkal disekitaran jembatan mengatakan, melihat kondisi jembatan memang masih layak dan kokoh. Namun lebar jembatan yang dinilai terlalu sempit menjadi masalah kemacetan. Lebar jembatan tidak bisa memampung dua mobil secara bersamaan, yang akibatnya satu mobil dari arah berlawanan harus menunggu. "Jembatan kan sempit, jadi gak bisa dilewati 2 mobil bareng, apalagi kalau ada pengecoran yang menggunakan mobil besar, dan lagi kunjungan orangtua ke pesantren, mobil orang tua siswa banyak banget," ujarnya.
Selain sempit, usia jembatan tersebut juga sudah sangat tua sekali. Dikhawatirkan tidak bisa menahan beban muatan dengan banyaknya kendaraan yang melintas. "Sudah tua banget, khawatir gak kuat nahan beban aja, intinya macetnya ini," paparnya.
Kepala Desa Sukamerta Agus Hasan Bisri mengatakan, untuk pelebaran jembatan Rawamerta tidak bisa dilakukan secara langsung. Namun harus ada izin tsrlebih dahulu melalui BBWS karena terkendala pintu saluran sekunder. "Nanti saya laporan terlebih dahulu kepada BBWS di Bandung, karena ada kewenangan pengalihan pintu saluran sekunder," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template