Jembatan Penghubung Dua Kecamatan Putus - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jembatan Penghubung Dua Kecamatan Putus

Jembatan Penghubung Dua Kecamatan Putus

Written By Angga Praditya on Sabtu, 18 November 2017 | 17.30.00

JATISARI, RAKA - Jembatan penghubung dua Kecamatan yakni Kecamatan Jatisari dan Kecamatan Tirtamulya putus. Akibatnya aktivitas warga yang biasa melintasi jembatan tersebut terhambat.
"Jembatannya terputus saat hujan deras yang terjadi pada tanggal 15 November kemarin," ujar Kepala Desa Kalijati, Deni Supriatna, kepada Radar Karawang, Jumat (15/11).
Dia menyampaikan jembatan tersebut terputus karena luapan air sungai yang ada di bawah jembatan terus naik. Sehingga saat kondisi air sungai sampai pada jembatan tidak lama langsung terputus. "Jembatan terputus gak bisa menahan derasnya aliran air," ujarnya.
Putusnya jembatan tersebut, kata Deni, membawa dampak buruk bagi warga yang ada di dua desa, yaitu Desa Kalijati Kecamatan Jatisari dan Desa Kamurang Kecamatan Tirtamulya. Karena aktivitas warga menjadi terhenti, sehingga roda perekonomian juga terhenti. Karena jembatan itu merupakan jalan pintas bagi warga Desa kalijati dan Desa Kamurang. "Jembatan ini satu-satunya jalan yang dekat untuk bisa sampai ke Tirtamulya, begitu sebaliknya," ujarnya.
Oleh karenanya dia berharap pemerintah daerah memperhatikan jembatan tersebut, agar warganya bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Terutama untuk kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. "Kami minta pemda memperbaiki jembatan ini, agar roda perekonomian warga bisa terus berjalan," ujarnya.
Begitu juga disampaikan oleh Nurdin, warga Kampung Jebug Rt 02/06, Desa Kalijati Kecamatan Jatisari, putusnya jembatan penghubung dua kecamatan tersebut menjadi musibah bagi warga Kalijati, terutama mereka yang sering bulak-balik ke Tirtamulya untuk berbagai urusan. "Sekarang kalau mau apa-apa harus ke Jatisari, jaraknya jadi lebih jauh yah," katanya.
Dia berharap jembatan tersebut segera diperbaiki, bahkan yang sebelumnya hanya dibangun dengan kayu, seharusnya bisa dibangun dengan material yang ermanen. "Kalau boleh minta, dibangunnya jangan pakai kayu lagi. Tapi dibangun jadi jembatan permanen. Jadi kalau ada arus air deras gak putus lagi," ujarnya.(zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template