Jalur Macet Flyover Karawang Barat Tanpa Polisi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jalur Macet Flyover Karawang Barat Tanpa Polisi

Jalur Macet Flyover Karawang Barat Tanpa Polisi

Written By Angga Praditya on Rabu, 15 November 2017 | 14.00.00

KARAWANG, RAKA - Usulan agar Dinas Perhubungan (Dishub) mensosialisasikan putaran kendaraan di depan SPBU Interchange Karawang Barat dikemukakan. Hal itu dinilai perlu dilakukan guna meminimalkan kemacetan yang terjadi di ujung flyover akibat kendaraan yang berputar arah di titik tersebut, selain menekan tingginya angka kecelakaan di ruas tersebut.
"Seharusnya putaran di depan pom bensin Interchange Karawang Barat bisa digunakan untuk mereka memutar arah sehingga tidak membuat kemacetan," ucap Yozi (34). Dia mengaku dalam perjalanan dari Johar menuju Badami, Karawang Barat. Yozi setiap hari melintasi ruas itu dan setiap kali pula dia harus terjebak macet karena ada kendaraan berputar di ujung flyover.
Parahnya lagi, tutur Yozi, jarang sekali ada petugas baik dari kepolisian maupun dinas perhubungan yang ditugaskan di ruas itu. Padahal, flyover Karawang Barat itu merupakan jalur penting keluar masuknya kendaraan, baik dari dalam maupun luar kota. Mestinya benar-benar diawasi karena sudah pasti rawan macet. "Harusnya ada petugas yang selalu standby di sekitar flyover untuk melakukan penertiban sehigga kemacetan bisa diminimalisir," ungkapnya.
Yozi menyebutkan jam-jam rawan macet yang mestinya diwaspadai, terutama pagi hari. Yozi menyebutkan titik terparah kemacetan terjadi di depan kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karawang. Bus-bus karyawan sering menggunakan area di depan kantor dinas itu untuk menaikkan karyawan sehingga mengakibatkan kemacetan.
Disamping itu, terang Yozi lagi, seharusnya dari arah bank Jabar menuju selatan dan dari arah Gempol memutar agar tidak menjadi penumpukan kendaraan. Itu juga fenomena yang membuat kondisi kemacetan semakin parah.
"Bukan cuma persoalan kendaraan berputar dan bus karyawan yang mengangkut penumpangnya di depan Kantor Disperindag tetapi bus-bus besar jurusan luar Karawang yang parkir dipinggir jalan juga jadi penyebab potensial kemacetan di sekitaran flyover," tandas Yozi.
Sementara itu, Nucholis (39) sopir minibus dari arah Resinda menerangkan jika jam 18.00 WIB - jam 19.00 WIB merupakan jam terparah macetnya. Kadang saking parahnya sampai mengular hingga depan Mall Resinda. Sementara, akuinya jarang sekali ada petugas untuk menertibkan lalulintas di jam-jam sibuk pulang karyawan. Padahal jam-jam itu merupakan jam rawan macet. "Perempatan lampu merah RMK, Bypass Ahmad Yani sudah seharusnya dibuatkan Flyover agar tidak sering terjadi kemacetan," ucap Nurcholis.
Masih dikatakan Nurcholis, parahnya kemacetan yang terjadi juga akibat keberadaan warung-warung liar di pinggir jalan. Tidak jarang karyawan sebelum pulang ke rumahnya mampir dulu di warung. Malahan kini, jelas Nurcholis jumlah warung yang ada disekitaran ruas itu semakin bertambah banyaknya.
Secara terpisah Iyud (30) pemilik warung kaki lima asal Kabupaten Kuningan, mengaku belum mendapatkan teguran apapun terkait dirinya berdagang dipinggir jalan. Dia berjualan karena mengikuti rekan sekampungnya yang mengadu nasib di Kabupaten Karawang.  "Saya jualan disini tidak cuma-cuma tetapi ada retribusinya yang diambil petugas yang mengaku dari Karangtaruna," tandasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template