ISPA Dominasi Penyakit di Sukatani - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » ISPA Dominasi Penyakit di Sukatani

ISPA Dominasi Penyakit di Sukatani

Written By Angga Praditya on Selasa, 14 November 2017 | 12.30.00

PURWAKARTA,RAKA - Jumlah penderita inpeksi saluaran pernafasan akut (ISPA) di Kecamatan Sukatani, masih jadi penyakit serius. Hal ini dibuktikan dari sekian banyak pasien yang berkunjung ke puskesmas rata-rata menderita ISPA.
Dari data yang berhasil dihimpun Radar Karawang di Puskesmas Sukatani hingga 31 Oktober tahun 2017, jumlah penderita ISPA yang rawat jalan cenderung fluktuatif. Namun, jika ditarik ulur dari awal tahun hingga sekarang maka jumlah penderita sangat banyak. "Memang rata-rata yang datang itu penyakit ISPA, namun dari catatan yang ada di Puskemas Sukatani jumlah penderita ISPA saat ini ada 194 jiwa tentunya menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 223 jiwa," ujar Kepala Bagian Tata Usaha UPTD Puskesmas Kecamatan Sukatani Apep Sopian, Senin (13/11).
Apep mengatakan, penyakit ISPA bukanlah perkara baru di wilayah Sukatani. Pasalnya, hampir tiap tahun tren penyakit tersebut mendominasi ketibang penyakit lain dan kerap menyerang warga diusia anak dan balita. Hal ini disebabkan beberapa desa di Kecamatan Sukatani dikelilingi perusahaan tambang batu. "Sebab timbulnya penyakit ISPA dapat disebabkan beberapa faktor, selain makanan tidak higienis dan cuaca, penyebab lainnya adalah polusi udara,'' ujarnya.
Sebagai bentuk upaya penurunan jumlah penderita ISPA, pihak UPTD Puskesmas Sukatani memberikan penyuluhan kepada masyarakat, agar lebih aktif menjaga kebersihan. "Selain itu kami juga meminta adanya penyiraman jalan dan penanaman pohon di lingkungan proyek untuk menahan debu, agar tidak berdampak buruk bagi warga,'' katanya.
Diketahui, Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut adalah penyakit dimana  terganggunya sistem pernapasan yang diakibatkan adanya infeksi karena virus. Penyakit ISPA biasanya sering terjadi pada kalangan anak-anak hal ini dikarena sistem pertahan tumbuh pada anak masih rendah. Umunya, gejala ini muncul sebagai respons terhadap racun yang dikeluarkan oleh virus atau bakteri yang menempel di saluran pernapasan. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template