Hamil Delapan Bulan, Dibuang di Wadas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hamil Delapan Bulan, Dibuang di Wadas

Hamil Delapan Bulan, Dibuang di Wadas

Written By Mang Raka on Jumat, 10 November 2017 | 12.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Bukan saja bayi yang dibuang dan ditelantarkan orangtuanya. Seorang ibu hamil juga bisa mengalami hal serupa. Buktinya, seorang ibu yang sedang mengandung 8 bulan, ditinggalkan sekelompok orang di dalam mobil jenis MPV jelang Magrib di Dusun Krajan 2 RT 06/02, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang, Senin (6/11) malam lalu.
Warga RT 08/03 Dusun Krajan 2 Madro'i alias Dodo mengatakan, ibu hamil ini ditemukan sudah empat hari yang lalu di dekat warung. Tanpa identitas yang jelas, ibu yang dalam kertas tarikh tahanan yang diduga pernah masuk pernjara di Malaysia, ini disebut namanya Cucu Cinta. Awalnya Dodo menyangka perempuan tersebut adalah jamaah pengajian yang memang rutin digelar malam Selasa dari berbagai daerah, karena diturunkan di mobil. Namun justru Cucu ditinggalkan hingga subuh di warung milik warga.
Merasa kasihan, pihak desa dan RT mengamankannya dan tinggal sementara di rumah Dodo. Ditanya alamatnya, sebut Dodo, Cucu mengaku berasal dari Jepang dan pernah juga merantau ke Malaysia. Bahkan, baru-baru ini mengaku juga berasal dari Rengasdengklok, Junti, Kutawaluya, bahkan mengaku pernah mondok di Rawamerta. Yang jelas, kalau diajak bicara sebenarnya masih nyambung dan komunikatif, namun sesekali juga ngawur tidak jelas. Bahkan, setiap malam saat tidur sering berteriak ampun yang diduga akibat faktor depresi.
Saat Radar Karawang berkomunikasi dengan wanita yang diperkirakan berusia 38 tahunan dan disebut Cucu, ia mengaku perantauan dari Jepang. Tapi bukan jadi TKI. Sebelum pulang, dia memang sudah hamil yang bapak dari kandungannya itu juga adalah seorang perantauan di Taiwan. Saat ini dia tidak tahu kemana lelaki yang sudah menghamilinya. Karena dirinya juga saat pulang ke tanah air, pernah ditahan di Pajang Johor Malaysia. "Hamil mah sama orang perantauan juga yang kerjanya di Taiwan. Kalau saya kan orang Jepang, gak tahu kemana bapaknya juga," katanya dengan raut muka agak kesal.
Ditanya alamat lengkapnya, Cucu mengaku sudah tidak punya orangtua, bibi maupun paman. Tapi dirinya menyebut beberapa kecamatan seperti Kutawaluya, Junti dan Panyingkiran. Bahkan, sambung Cucu, dia mengaku pernah mondok di Rawamerta juga. "Teu boga sasaha, da urang mah teu gelo ieuh, pernah mondok di Rawamerta (gak punya siapa-siapa, saya mah gak gila, kan pernah mondok di Rawamerta)," sebutnya.
Kades Pasirtanjung Saepudin mengatakan, dirinya menduga wanita hamil berparas cantik ini adalah korban pemerkosaan. Bahkan diduga baru pulang sebagai TKI, entah di Jepang, Malaysia atau Taiwan. Tidak ada sebut identitasnya secara resmi, baik KTP elektronik, KK dan lainnya. Karena dalam tasnya hanya ada pakaian dan perabotan bekas yang kotor. Pihaknya, sebut kades yang akrab disapa Betong ini, mengamankan dulu wanita hamil sekitar 8 bulanan ini di rumah RT setempat dan diurus. Disisi lain juga, dia sudah melaporkan ke pihak kecamatan, kepolisian dan Dinas sosial. Ia berharap dengan disebar di media, minimal ada yang mengetahui dan mengenalnya. "Silahkan untuk datang ke Desa Pasirtanjung kalau kenal perempuan ini," ungkapnya.
Sampai saat ini, kata Betong, pihaknya masih kesulitan berkomunikasi jelas kaitan alamat pasti wanita hamil yang diduga ditelantarkan tersebut. "Saya menduga si Ibu ini korban pemerkosaan, dan hamil dari orang yang tidak bertanggungjawab. Bisa juga baru datang dari rantauannya di luar negeri," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Hayo saha tah nu ho oh ho oh,tah.. malah jadi gelo eta awewe,

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template