Hama Hambat Pelaksanaan PUPM - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hama Hambat Pelaksanaan PUPM

Hama Hambat Pelaksanaan PUPM

Written By Angga Praditya on Senin, 20 November 2017 | 19.00.00

JAYAKERTA, RAKA- Kondisi pertanian di Karawang yang tidak kondusif karena ancaman gagal panen, membuat penerapan Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) dan Toko Tani Indonesia (TTI) mendapat kendala. Sebetulnya, program ini berperan dalam mengatasi anjloknya harga gabah pada masa panen raya dan tingginya harga pada saat paceklik.
Ketua Gapoktan Sri Asih, Desa Ciptamarga H. Dede Samsudin menjelaskan, pihaknya kedatangan gapoktan dan tim teknis PUPM Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur ke Gapoktan Sri Asih, untuk menyerap informasi terkait program PUPM, di mana Gapoktan Sri Asih telah ditunjuk oleh Kementerian Pertanian sebagai sumber untuk berbagi informasi tentang program PUPM ini. "Untuk tahun 2017 dari penuturan PUPM Kabupaten Kediri, mereka memang mengalami banyak kesulitan. Dan memang di Karawang juga sama. Di saat gabah langka, harganya juga tinggi, dan itu terjadi dimana-mana. Untuk menghindari kerugian itu, susah disaat seperti ini. Kecuali harga pasar sudah kembali stabil pasti akan mudah menjalankan program ini," jelasnya, kepada Radar Karawang.
Dede melanjutkan, sebelumnya pada Januari sampai dengan Mei 2017, menjalankan program ini dinilai mudah dan ringan. Mengingat, kondisi saat itu gabah mudah di dapat dan harga pun stabil. "Karena harga stabil dan permintaan juga banyak, jadi suplai dan kondisi stok kami sesuai dengan apa yang diharapkan," lanjutnya.
Ditambahkannya, dengan kondisi Kabupaten Karawang saat ini yang terancam gagal panen oleh adanya serangan hama wereng, menurutnya ini akan menjadi kendala yang sangat serius bagi program PUPM, dan kondisi seperti ini menurutnya, siklus lima tahunan. Ada satu poin baginya yang membuat kondisi semakin parah yaitu kepedulian pemerintah. Dinas pertanian Kabupaten Karawang telah mengabaikan para petani dengan tidak berjalannya penyuluhan-penyuluhan kepada petani, yang menurutnya para penyuluh saat ini sudah tidak aktif seperti dahulu. "Di gapoktan kami serangan hama tersebut bisa diminimalisir, jadi penyuluhan itu dari awal dan sampai dengan panen, itu harusnya para penyuluh standby dulu mungkin minimal sebulan dua kali, jadi kami berharap jiwa atau roh penyuluh yang lama itu dikembalikan lagi. Saya rasa PUPM dapat berjalan dengan baik bila kondisi kembali normal dan stabil," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template