Geger, Bunga Bangkai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Geger, Bunga Bangkai

Geger, Bunga Bangkai

Written By Angga Praditya on Kamis, 30 November 2017 | 18.30.00

Warga Ramai-ramai Kunjungi Makam Pendiri Desa Tegalsari 

CILAMAYA WETAN,  RAKA - Bunga bangkai tidak tumbuh disembarang tempat, apalagi di lokasi pemakaman. Jarang kejadian seperti itu, tetapi itulah yang terjadi. Lima tangkai bunga berbau bangkai itu tiba-tiba saja muncull di atas makam Buyut Wajim.
Kepala Desa Tegalsari Nana Suryana, Rabu (29/11) ketika dikonfirmasi perihal bunga bangkai yang tumbuh di atas makam almarhum tokoh masyarakat Dusun Kebon II RT 02/02 Desa Tegalsari, Kecamatan Cilamaya Wetan itu, hanya mengatakan bunga bangkai itu membuat warganya geger. Pasalnya, itu kejadian pertamana kali di desanya, apalagi bunga itu tumbuh diatas makam sesepuh desa.
"Bunga bangkai itu sudah dua hari ini tumbuh di makam Buyut Wajim. Warga geger karena bunga itu tahu-tahu saja muncul, dan kemunculannya justru di atas makam pendiri Desa Tegalsari ini," ucap Nana mesti diakuinya, dirinya berusaha menepis jika kemunculan bungan itu dikait-kaitkan dengan cerita mistis. Karena menurut dia bunga bangkai bisa tumbuh dimana saja. 
Namun, untuk bunga bangkai ini, memang diakui Nana baru pertama kali tumbuh di komplek makam Ki Buyut Wajim yang memiliki nama asli Wijaya Hadinata, tokoh pendiri Desa Tegalsari. Lokasinya tidak jauh dari perayaan pesta bumi baru-baru ini. Bahkan, yang membuat geger masyarakat Dusun Kebon II RT 02/02 tersebut adalah jumlah bunga yang tumbuh mencapai 5 tangkai dilokasi berbeda-beda pada radius 1 -5 meteran.
Dari kelima tangkai itu satu diantaranya sudah mekar. Tidak ada sebut Nana kecurigaan atau bau lazimnya bunga bangkai yang biasa tumbuh karena memang cukup jauh dari pemukiman warga. Namun sayup-sayup aroma bau bangkai bisa saja menyengat. "Diprediksi dalam tiga hari ke depan empat tangkai yang lain akan mekar," tandas Nana.
Saat ini, sambung Nana, warga sudah banyak yang mendatangi lokasi untuk memyaksikan dari dekat bunga tersebut. Bahkan saking banyaknya yang datang sampai-sampai masyarakat sekitar lokasi makam terpaksa membuat pagar agar tidak merusak bunga tersebut. Meskipun pihaknya melarang memistiskan atau mengkultuskan hal-hal tak lazim,  namun masyarakat tetap menjadikan bunga bangkai itu dikait-kaitkan dengan hal-hal di luar nalar. Seperti sudah digelar hajat Bumi atau juga hal lainnya, karenanya,  Pihaknya tegas menghimbau  agar masyarakat tidak berprilaku sirik, tetapi sebatas melihat dan memuji kebesaran Allah SWT saja. "Ada yang langsung memagari karena jadi tontonan. Dikhawatirkan kalau tidak dipagar akan merusak bunga itu," tegas Nana. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template