Gas Melon Langka Lagi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gas Melon Langka Lagi

Gas Melon Langka Lagi

Written By Angga Praditya on Sabtu, 18 November 2017 | 14.30.00

- Stok di Pangkalan Dikurangi

RAWAMERTA, RAKA- Kelangkaan gas sudah mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat Kecamatan Rawamerta. Hal tersebut menjadi kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan yang lebih parah.
Menurut salah satu pemilik pangkalan LPG 3 kilogram di Desa Sukamerta, Siti Aisyah, dalam beberapa Minggu terakhir stok gas 3 kilogram melon sudah mulai dikurangi. Saat ini dirinya masih menunggu stok tambahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mengingat permintaan gas sudah semakin banyak. "Masyarakat sudah mulai kekurangan stok gas, bahkan dari Lamaran saja sampai nyusul ke sini," katanya, kepada Radar Karawang, Jumat (17/11) kemarin.
Dikatakannya, saat ini gas 3 kilogram atau yang biasa disebut gas melon sudah menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan masyarakat dalam menggunakan gas melon, lanjut dia, tidak terlepas dari lingkungan sekitar. Pasalnya, saat ini kayu bakar merupakan barang langka. Di samping pepohonannya yang sudah semakin berkurang akibat banyaknya penebangan untuk pembangunan, juga kebiasaan masyarakat yang lebih memilih hidup instan.
Di tempat berbeda, salah seorang warga, Nani (53) mengatakan, meskipun dihantui rasa takut akan meledaknya gas melon, dirinya terpaksa menggunakan gas melon. Apalagi di musim hujan seperti ini, yang membuat kayu bakar susah dicari. "Emak mah biasa pakai kayu bakar, tapi kalau hujan mah terpaksa pakai gas walaupun gak terbiasa, soalnya takut meledak juga," ujarnya.
Namun, sambung dia, jika keadaan cuaca dengan curah hujan yang tinggi seperti saat ini, tentunya gas melon sangat dibutuhkan, sedangkan gas melon sudah mulai langka. Ia berharap kepada pemerintah agar menyeimbangkan kondisi yang berada di masyarakat, dengan tetap menyuplai gas melon sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Kalau sudah langka teh biasanya ciri-ciri harga gas mau dinaikan, biasanya sih seperti itu," terangnya.
Untuk saat ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon masih stabil dengan harga Rp 18 ribu per tabung. Ia mengkhawatirkan adanya lonjakan kenaikan harga yang tak terkira yang justru memojokan masyarakat. Kendatipun seperti itu, untuk memenuhi kebutuhan agar dapur bisa tetap ngebul, ia terpaksa membelinya. "Dari pada gak masak, berapapun ya tetep di beli, apalagi kan kayunya saat ini basah karena hujan. Untuk mencegah kelangkaan gas, muali saat ini seharusnya pemerintah bisa mencari jalan keluarnya agar gas tetap stabil," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template