Emil Belum Mau Buka Calon Wagub - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Emil Belum Mau Buka Calon Wagub

Emil Belum Mau Buka Calon Wagub

Written By Angga Praditya on Rabu, 29 November 2017 | 12.45.00

Meskipun memastikan pendaftarannya sebagai calon gubernur akan dilakukan 18 Januari mendatang, Ridwan Kamil masih menutup rapat bakal calon wakilnya yang akan berkompetisi dalam Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang.
Namun, Wali Kota Bandung ini membocorkan, siapapun cawagub yang akan mendampinginya, yang jelas bukan Dedi Mulyadi. "Soal Wakil ya itu masih dinamika dan dirumuskan bersama partai pengusung, kalau (Dedi Mulyadi) dalam perhitungan hari ini sih berat, kemungkinan tidak deh," katanya kepada para wartawan.
Menurutnya, cawagub pilihannya harus yang sudah teruji kepemimpinannya. Bukan saja diartikan bupati atau wali kota, tetapi juga bisa rektor, pimpinan ormas atau anggota DPRD. Yang terpenting adalah mereka yang sudah memiliki pengalaman, karena dirinya dan wakilnya nanti harus sama-sama mengemban visi kemajuan dan perubahan. Karena itu yang menjadi kriteria utama adalah sudah teruji kepemimpinannya.
Dirinya juga sepakat, jika Partai Nasdem hendak menggelar konvensi untuk menentukan cawagubnya, sebab memilih pemimpin itu tidak cukup hanya mengandalkan tampangnya saja. Untuk memimpin Jabar 5 tahun kedepan, diperlukan orang yang memiliki kapasitas yang baik. "Kalau ada konvensi, itu bagus. Jadi menguji kriteria yang baik untuk kemajuan, masa iya milih pemimpin mengandalkan tampangnya saja," Katanya.
Lebih jauh dia menambahkan, rekomendasi Golkar terhadapnya adalah dari institusinya, bukan dari pribadi, sehingga kalau disinggung berpengaruh pada kenaikan elaktabilitasnya atau tidak, tergantung sejauh mana prosesnya. Kalau tidak ada alang melintang sebut Emil,  persoalan kedepan siapa cawagubnya, akan ditentukan setidaknya bulan depan. "Saya gak minta orang dukung saya, tapi saya meminta hanya dukung cita-cita besar saya membangun kabupaten/kota se-Jabar seperti keberhasilan di Bandung," tuturnya.
Soal kesejahteraan petani, Ridwan Kamil berpendapat, selama pertanian dibiarkan dan kesejahteraan petani tidak sepadan dengan upah minimum buruh pabrik, anak-anak petani tidak akan mau meneruskan jejak orangtua mereka. Untuk itu, butuh solusi konkrit mengatur sistem pertanian.
Diakuinya, ketika dirinya ke Karawang dan Cirebon,  keluhan utama pertanian adalah petani kesulitan mendapat harga hasil panen yang sesuai akibat maraknya calo, tengkulak dan pemain harga lainnya. Untuk memutus itu,  sebutnya, orang kota harus beli gabah dan beras di petani desa, memutusnya adalah dengan aplikasi online yang sudah disiapkannya nanti, sehingga orang kaya ketika ingin membeli beras tinggal menggunakan handphonenya dan harganya sesuai. Dengan begitu, kesejahteraan akan meningkat karena memutuskan mata rantai percaloan. "Kita siapkan sistem dan aplikasi beli gabah dan beras pakai teknologi, kota ke desa untuk memutus mata rantai yang panjang," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template