Dua Pelajar Tertabrak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dua Pelajar Tertabrak

Dua Pelajar Tertabrak

Written By Angga Praditya on Jumat, 17 November 2017 | 17.30.00

- Cegat Truk di Tengah Jalan

PURWAKARTA,RAKA - Diduga akibat memberhentikan kendaraan secara mendadak, satu pelajar meninggal tewas dan satu lagi dalam keadaan kritis setelah terlindas truk di Jalan Campaka Purwakarta Kamis (16/11).
Kedua korban tersebut adalah Ropi Firmansyah (17) warga Kampung Nagrog, RT05, RW01, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, ia terpaksa dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka cukup parah. Sementara satu lagi Guntur Andriana (18) warga Perum Purna Yudha, RT22 RW05, Desa Ciwangi, Kecamatan  Bungursari, Purwakarta tewas dilokasi kejadian usai mencegat truk. "Entah apa yang ada dibenak dua pelajar ini, secara tiba-tiba dua pelajar ini ke tengah padahal ada truk sedang melaju kencang. Ketabrak lah pelajar ini," ujar Agus (39) warga sekitar yang mengaku melihat kejadian.
Sementara dari kronologis kejadian diterangkan oleh Kanit lantas Polsek Cibatu Aiptu Asep Supriatna. Dugaan awal terjadinya kecelakaan akibat aksi dua pelajar yang berniat menumpang dengan mencegat sebuah truk yang tengah melaju kencang. Keduanya diduga secara tiba-tiba turun ke tengah jalan. Selain jatuh korban jiwa dan luka, truk dengan No Pol B 9466 FYU rusak akibat terperosok ke dalam parit dan menubruk pagar rumah warga. Diduga sang sopir kaget dengan keberadaan pelajar yang secara tiba-tiba memberhentikan truk. "Satu pelajar meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu pelajar lagi luka berat dan kini dalam penangan medis," ujar Aiptu Asep
Dihubungi terpisah, Nenah Rohanah, anggota Komisi 4 DPRD Purwakarta yang membidangi pendidikan. Menanggapi kejadian menghaturkan bela sungkawa kepada pelajar dan keluarga yang menjadi korban kecelakaan. Menurutnya, kejadian ini sudah tidak seharusnya terjadi. Di Purwakarta sendiri menurutnya, banyak dan mudah didapat angkutan umum sepanjang waktu. "Kejadian ini seharusnya tidak terjadi, apalagi harus jatuh korban jiwa. Untuk itu kami menghimbau kepada orang tua dan guru di sekolah, mengingatkan akan bahayanya BM. jika boleh kami sarankan, agar kedepan sekolah dan pemerintah mempertimbangkan angkutan antar jemput sekolah, menjaga hal seperti ini kedepan tidak kembali terjadi," ujarnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template