DPRD Minta Ada Kajian Kemacetan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » DPRD Minta Ada Kajian Kemacetan

DPRD Minta Ada Kajian Kemacetan

Written By Angga Praditya on Sabtu, 25 November 2017 | 14.00.00

Suryana: Macet di Karawang Ada Sebabnya

KARAWANG, RAKA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Pemerintah Daerah segera melakukan kajian terhadap kondisi kemacetan di Karawang. Pergeseran di sektor pertanian menjadi industri menciptakan potensi terjadinya kemacetan.
"Banyak pendapat terkait penyebab terjadinya kemacetan. Mulai dari oknum sopir angkutan umum yang ngetem sembarangan hingga menyebabkan terjadinya terminal bayangan hingga overloadnya jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan raya. Tentunya ada alasan munculnya terminal bayangan dan overloadnya jumlah kendaraan,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Suryana kepada Radar Karawang, Jumat (24/11).
Dikatakan Suryana jika meninjau sarana transportasi umum seperti terminal dan halte, saat ini masih belum mencukupi. Tiga terminal yang ada di Karawang yaitu terminal Tanjungpura, Klari dan Terminal Cikampek, masih belum bisa efektif.
 "Kita lihat terminal Klari lumayan termanfaatkan secara optimal, tapi tidak bisa menampung semua kendaraan umum. Untuk bis saja sudah penuh, sehingga angkutan perkotaan (angkot) tetap ngetem di jalan raya atau terminal bayangan. Belum lagi terminal Cikampek yang belum termanfaatkan secara optimal," ujarnya.
Hal lain yang disoroti Suryana kondisi di Johar yang merupakan titik pertemuan empat trayek tetapi tidak ada sarana pemberhentian angkutan umum. Hal itu jelas memaksa para sopir angkutan umum untuk memarkirkan kendaraannya di terminal bayangan walau sebenarnya dilarang. "Kalau sarananya tidak ada, tempatnya tidak tersedia, angkot mau ngetem dimana, ini juga harus jadi perhatian," ucapnya.
Selain titik-titik pertemuan antar trayek dan terminal, dilokasi-lokasi tertentu seperti jalan raya depan sokolah dan zona industri juga kerap menjadi terminal bayangan, terutama pada waktu-waktu tertentu, yang juga berakibat macet.
 "Halte juga menjadi sarana penting dalam mengatur tempat pemberhentian kendaraan umum. Sedangkan, saat ini keberadaan halte di Karawang masih belum cukup," ucap Suryana.
Saat ini, lanjut Suryana, hanya jalan-jalan tertentu saja seperti Jalan Ahmad Yani Karawang, Galuh Mas dan Jalan Ahmad Yani Cikampek saja yang memiliki halte. "Untuk Jalan Ahmad Yani Karawang saya rasa sudah cukup, Galuh Mas juga dan Cikampek sudah ada meski masih kurang, tapi di ruas jalan lainnya nyaris tidak ada," paparnya.
Untuk itu, kata Suryana legislatif akan mendorong pemerintah daerah agar sarana dan infrastruktur lalulintas dapat dipenuhi. Pelebaran jalan pada titik-titik tertentu harus dilakukan agar dapat mengurai kemacetan. Sebab, jika membuka jalan baru, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. "Ketika sarananya terpenuhi tapi pelanggaran yang dilakukan oknum angkutan umum masih dilakukan, sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak menindak tegas para pelanggar," pungkasnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template