Dinkes Diingatkan KLB Difteri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dinkes Diingatkan KLB Difteri

Dinkes Diingatkan KLB Difteri

Written By Angga Praditya on Sabtu, 18 November 2017 | 14.00.00

*RSUD Rawat Tiga Pasien Difteri

TELUKJAMBE, RAKA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang selama sepekan terakhir sudah menangani tiga pasien yang terserang penyakit difteri. Penyakit langka itu menyerang warga Cilamaya Wetan dan Pedes yang kini menjalani perawatan serius di ruang khusus agar penyakitnya tidak menular.
"Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan dan terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa jika tidak segera ditangani," ujar Komite Pencegahan dan pengendalian Inpeksi Rumah Sakit (PPI) RSUD Karawang, Rita Sahara. S.Kep.Ners kepada Radar Karawang, Jumat (17/11).
Untuk meminimalkan berjangkitnya penyakit ini, pihak RSUD saat ini melakukan sosialisasi dan memberi pengetahuan kepada keluarga pasien mengenai penyakait difteeri. Termasuk masyarakat yang menjenguk pasien agar tidak terjangkit penyakit itu. "Upaya pencegahan dilakukan RSUD saat ini dengan memberikan pengetahuan kepada keluarga pasien dan warga yang mengunjungi pasien mengenai penyakit difteri," ucap Rita.
Masih dikatakan Rita, difteri disebabkan bakteri yang jarang sekali ada dan umumnya memiliki masa inkubasi (rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul) 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala yang mengindikasikan penyakit ini meliputi, terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel,
lalu menggigil disusul suara serak juga sulit bernapas atau napas yang cepat dan mengalami Pembengkakan kelenjar limfa pada leher. Implikasi lainnya yaitu badan mudah letih dan lelah dibarengi hidung beringus. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang berdarah.
Diah (39) istri korban terkena Virus difteri asal Cilamaya Wetan menerangkan jika suaminya mengalami batuk dan susah menelan. Lalu dia berinisiatif membawa suaminya ke klinik terdekat diwilayahnya. Selama dua hari dirawat akan tetapi tidak ada perkembangan. Akhirnya memilih Poli THT (Telingah Hidung Tenggorokan) RSUD Karawang, "Setelah diperiksa, dokter langsung merujuk agar suami saya dirawat dan hingga sekarang suami saya dimasukan ke ruang rawat yang terisolasi," ucapnya.
Sementara staf pelayanan umum RSUD Karawang mengatakan saat ini ada tiga pasien dengan terduga terinfeksi Difteri masuk ke RSUD Karawang dan sayangnya satu pasien memilih pulang paksa, dan selebihnya kini di rawat pada ruang Klari dan ruangan khusus isolasi. "Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan bahwa ini merupakan kejadian luar biasa (KLB) dan mungkin Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang bisa terus menindaklanjuti guna menekan beredarnya virus yang membahayakan itu," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template