Butuh Waktu Lama Urus Akta Kelahiran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Butuh Waktu Lama Urus Akta Kelahiran

Butuh Waktu Lama Urus Akta Kelahiran

Written By Angga Praditya on Senin, 13 November 2017 | 18.30.00

KARAWANG, RAKA - Mengurus akta kelahiran di Disdukcatpil membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kendala selain loketnya minim petugas pelayanannya juga sedikit. Karena mencuat usulan agar dinas inipun membuka loket tambahan dan menambah petugas pelayanan di loket tersebut.
seperti diungkapkan Anim (27) warga asal kecamatan Batujaya yang sedang mengurus akta kelahiran, beberapa waktu lalu. Dia berharap selain menambah jumlah loket petugas pelayanannya juga ditambah. “Mengurus dokumen disini (Disdukcapil) waktu selesainya tidak menentu. Kadang menunggu sepuluh hari, kadang sebulan baru jadi," ucap Anim.
Penambahan jumlah loket dan petugas itu menurut Anim perlu dilakukan untuk meminimalkan panjangnya antrean pemohon yang mengurus dokumen kependudukannya. “Kadang saya harus sabar dan tetap beramah-tamah sama pegawai, walaupun nunggu lama. Kalau kita marah-marah malah takutnya dipersulit,” ungkapnya. Dia berharap, Disdukcapil  bisa membenahi kembali sistem pelayanan yang selama ini berlaku, SDM dan sarana prasarana yang ada.
Tidak hanya itu, ketidakpekaan aparatur di desa terhadap berbagai program yang digulirkan pemerintah pun sering kali menjadi sebab warganya mesti bolak balik kantor dinas untuk mengurus administrasi kependudukannya. Padahal bukan hanya jarak rumahnya yang jauh tetapi tidak sedikit juga yang bekerja dan terpaksa izin untuk mengurus kelengkapan identitasnya. 
Hal itu pun diakui Taman (31) Warga Kecamatan Pangkalan yang harus bolak-balik untuk melengkapi kekurangan persyaratan pembuatan Kartu Keluarga yang diurus sendiri. Taman terpaksa melakukan itu karena untuk meminta bantuan jasa aparat desa harganya lumayan mahal. "Saya terpaksa sampai enam kali bolak balik kantor disdukcatpil karena data yang tercantum di Kartu Keluarga (KK) mengalami kesalahan," ucapnya.
Dikatakannya, sebetulnya bukan hal yang besar namun karena tidak ada yang memberi tahu diapun jadi tahu kalau untuk buku nikah orang tua yang harus ada stempel Kantor Urusan Agama (KUA) setempatnya. Setelah buku nikahnya sudah benar ternyata masih ada lagi kesalahan yang harus diperbaikinya yakni huruf pada nama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak sesuai dengan aslinya selain juga nama di ijazah. Semua itu mesti dilengkapi sehingga membutuhkan waktu hingga enam hari. "Ada saja kesalahan, seprti harusnya Ahmad jadi Achmad," akuinya. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template