Begal Berpistol Teror Kutawaluya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Begal Berpistol Teror Kutawaluya

Begal Berpistol Teror Kutawaluya

Written By Angga Praditya on Kamis, 23 November 2017 | 12.00.00

-Pasien Ditodong Setelah Berobat

KUTAWALUYA, RAKA - Warga Kecamatan Kutawaluya dan sekitarnya harus mulai ekstra hati-hati jika bepergian malam hari. Komplotan bandit berpistol masih gentayangan usai menodong seorang pasien di salah satu klinik di Desa Sindangkarya, Kecamatan Kutawaluya, Selasa (21/11) malam.
Beruntung dalam peristiwa tersebut, para bandit yang berjumlah dua orang itu belum sempat menarik pelatuk, karena teriakan minta tolong dari korban yang diketahui bernama Heri (28) warga Sindangmulya, mulai mengundang perhatian warga. Kedua bandit itupun langsung melarikan diri tanpa membawa hasil apa-apa.
Seorang saksi mata, Syarif (32) mengaku kaget saat mendengar teriakan minta tolong tepat di depan bengkel miliknya. Saat akan menutup bengkelnya, dia melihat dua pelaku sedang menodongkan senjata api saat berusaha mengambil kendaraan korban. “Pas saya lagi beres-beres mau menutup bengkel, ada teriakan minta tolong. Saya lihat ada dua orang yang berusaha mencuri motor dengan menodongkan pistol kepada pemiliknya,” katanya kepada Radar Karawang, Rabu (22/11) kemarin.
Ia melanjutkan, setelah diteriaki maling, dua orang pelaku berjaket warna hitam, memakai topi dan berhidung mancung, mengendarai motor matik warna hitam, itu langsung melarikan diri. "Untungnya korban tidak ditembak pelaku," ujarnya.
Melihat kejadian tersebut, dirinya berharap aparat setempat atau pihak kepolisian lebih intens lagi melakukan patroli. Pasalnya, tindak kejahatan seperti ini sudah benar-benar membuat masyarakat resah. Terlebih, pelaku mempersenjatai dirinya dengan senjata api.
Warga Sindangkarya, Kurnia (32) mengatakan, sebelum kejadian penodongan ini, tindak kejahatan jenis pencurian di Desa Sindangkarya sering terjadi. Selain tempatnya yang strategis dan jauh dari keramaian, jalur Kecamatan Kutawaluya menuju Kecamatan Rawamerta dinilai rawan pencurian. Salah satu penyebabnya yaitu tidak adanya kantor polisi sektor. Adapun ranah hukum Kecamatan Kutawaluya masih bertumpu kepada Polsek Rengasdengklok. “Maklum lah, daerahnya saja sepi. Wilayah hukumnya juga masih nginduk ke Polsek Rengasdengklok,” ujarnya.
Di tempat berbeda, Kapolsek Rengasdengklok Kompol Suparno mengatakan, jumlah anggota polisi yang minim tidak seimbang dengan wilayah hukum yang begitu luas, yaitu Kecamatan Rengasdengklok, Kecamatan Kutawalujya, dan Kecamatan Jayakerta. "Polisi sektor Rengasdengklok harus bekerja lebih giat lagi, atau paling tidak ditambahkan personel," katanya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template