Banyak BUMDes Vakum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banyak BUMDes Vakum

Banyak BUMDes Vakum

Written By Angga Praditya on Kamis, 16 November 2017 | 14.00.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Setiap desa diharuskan membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun sayangnya, saat ini banyak BUMDes yang vakum karena pengelolaan tidak optimal, salah satunya mengakibatkan aliran dana untuk modal BUMDes tersendat.
Pendamping Desa Kecamatan Rengasdengklok Dede Nugroho mengatakan, meminta semua desa di Kecamatan Rengasdengklok bisa memanfaatkan potensi desa dengan baik. Hal tersebut bisa berjalan dengan adanya kerja sama antara masyarakat dan aparatur desa dalam melihat potensi yang ada di sekitarnya. "Permasalahan saat ini, usaha BUMDes di tiap desa itu banyak yang mengalami kevakuman, tiap desa harus mempunyai inovasi masing-masing, jika mau bekerja bareng sebenarnya potensi desa itu banyak," katanya, kepada Radar Karawang, Rabu (15/11) kemarin.
Dilanjutkannya, dengan berbagai macam, jenis, dan bentuk potensi yang berada dilingkungan desa, dana 15% yang di alokasikan untuk BUMDes dari dana desa yang Rp 1 miliar lebih, seharusnya sudah bisa membuka peluang usaha yang bisa di masimalkan oleh masyarakat. Tentunya di bantu dengan dorongan dan motivasi dari aparatur desa, terutama dalam hal administrasi. Khususnya dana yang akan dialokasikan untuk BUMDes bisa tersalurkan dan diterima langsung oleh masyarakat. "Jangan sampai uang yang sudah di transfer tidak tersalurkan kepada masyarakat," tegasnya.
Adapun usaha yang sudah dilakukan dan mulai berjalan di suatu desa, mulai dari komponen masyarakat, tokoh masyarakat, dan pejabat desa harus ikut membantu memasarkan produk yang ada. Dirinya menegaskan, kerja sama itulah yang saat ini dibutuhkan dalam suatu pemerintahan, meskipun cakupan pemerintah terkecil yakni desa.
Dede atau akrab di sapa Kodel berharap, setiap desa harus mempunyai inovasinya masing-masing, karena perbedaan kultur, budaya, dan perekonomian suatu daerah tentunya tidak akan sama. Perbedaan itulah yang seharusnya di manfaatkan oleh masing-masing desa dan masyarakatnya. Seperti yang sudah berjalan di Desa Amansari saat ini, mulai dari lio bata, pengolahan limbah plastik, dan aksesoris dari batok kelapa. "Ada juga yang berjalan di bidang konveksi, gas, peternakan dan lainnya. Itu harus menjadi acuan bagi tiap-tiap desa dalam mengembangkan potensi masyarakatnya agar lebih maju dan sejahtera," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template