Banjir Lagi, Banjir Lagi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banjir Lagi, Banjir Lagi

Banjir Lagi, Banjir Lagi

Written By Angga Praditya on Kamis, 16 November 2017 | 11.30.00

KARAWANG, RAKA - Untuk kesekian kalinya, beberapa wilayah di Kabupaten Karawang selalu banjir setiap musim hujan. Sebut saja Kampung Pangasinan Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat, Kampung Benteng Pulo Pasir Kelurahan Tanjungmekar Kecamatan Karawang Barat, Desa Cirejag dan Sukamekar Kecamatan Jatisari, hingga Desa Parakanmulya Kecamatan Tirtamulya.
Selain merendam rumah-rumah warga dan lahan pertanian, banjir pertama di tahun ini juga memutus jalan. Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari 20 hingga 60 centimeter. Petugas Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Karawang Kaming mengatakan, banjir mulai terjadi di Karangligar sekitar pukul 06.30 WIB, Rabu (15/11). Hingga pukul 10.30, air yang sempat menyentuh ketinggian 60 centimeter berangsur surut. "Banjir di Pangasinan Desa Karangligar akibat pertemuan Sungai Cibeet dan Citarum, kemudian masuk ke sodetan Sungai Darawolong," tuturnya.
Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Telukjambe Barat Lilik mengatakan, di Karangligar ada dua RT yang kebanjiran, yaitu RT 02 sebanyak 10 rumah dan di RT 03 yang tergenang sebanyak 8 rumah. "Di RT 02 ada 36 jiwa yang menjadi korban banjir. Sedangkan RT 03 ada 30 jiwa," ungkapnya.
Ia melanjutkan, meski tempat evakuasi sudah disiapkan yaitu di halaman kantor Desa Karangligar, namun warga belum mau mengungsi. Alasannya ketinggian banjir belum terlalu parah. "Mereka juga khawatir barang-barang miliknya terbawa air," katanya.
Sedangkan di Kecamatan Jatisari, petugas TKSK Jatisari H Dedi Sumarya mengatakan di wilayahnya ada dua desa yang kebanjiran, yaitu Desa Cirejag dan Desa Sukamekar. Ia merinci, di Cirejag ada empat bangunan, satu musola, dua rumah, serta satu bangunan produksi tahu kebanjiran. Sementara di Sukamekar, 15 hektare lahan pertanian terendam. "Gak ada korban jiwa," ujarnya.
Sementara di Desa Parakanmulya, Kecamatan Tirtamulya, 22 hektare lahan pertanian terendam. Selain terancam gagal tanam, jalan penghubung Kampung Pasirmalang dengan Kampung Babakan Pasirmalang terputus. "Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa," ujar Rohimin, warga Kampung Babakan Pasir Malang RT 02/02, Desa Parakanmulya.
Dia menceritakan, air mulai naik ke tepian lahan pesawahan dan menenggelamkan akses perlintasan dua kampung itu, saat hujan yang terus menerus turun pada Selasa (14/11) sore hingga malam hari. "Ini terjadi pas malam hari sekitar pukul 22.00 Wib air sudah mencapai pinggang orang dewasa," ungkapnya. (apk/yfn/ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template