ASN Bolos Kerja karena Hutang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » ASN Bolos Kerja karena Hutang

ASN Bolos Kerja karena Hutang

Written By Angga Praditya on Jumat, 24 November 2017 | 13.00.00

Abas Sudrajat: Kepala Dinas Belum Peka

KARAWANG, RAKA - Berita mengejutkan datang dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Bayangkan, jika aksi bolos dan pelanggaran disiplin pegawai yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 2017 ini, ternyata disebabkan lantaran persoalan hutang piutang.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Disiplin Pegawai dan Pengembangan Karier Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Abas Sudrajat, kepada Radar Karawang, Kamis (23/11) di ruangannya. "Sepanjang tahun 2017 ada belasan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintahan Kabupaten Karawang yang kedapatan melakukan pelanggaran disiplin pegawai dan jarang masuk kerja. Mereka beralasan karena faktor ekonomi," ucap Abas.
Dikatakan Abas, berdasarkan penelusuran dan pengamatan serta hasil komunikasi dengan para ASN yang sering mangkir kerja tersebut, mereka beralasan malas ngantor karena terlilit hutang dan banyak yang nagi. "Mereka punya banyak hutang karena belum bisa bayar akhirnya tidak masuk kerja karena merasa kurang nyaman jika berada dikantor," paparnya.
Meski demikian, Abas menandaskan jika dibandingkan tahun 2016 lalu maka 2017 ini jumlah pelanggarannya mengalami penurunan, baik disiplin pegawai maupun tidak masuk kerja.
"Di tahun 2017 ini pelanggaran disiplin pegawai sudah mulai sedikit menurun. Hanya belasan saja jumlah. Kalaupun ada yang terparah itupun hanya satu kasus," ujarnya.
Abas Mangatakan, dari belasan ASN yang kedapatan sering bolos kerja tersebut, pihaknya sudah melakukan banyak upaya. Diantaranya peneguran ringan kepada atasannya supaya memberikan pembinaan kepada bawahannya. Jika tetap membandel Kenaikan Gaji Berkala (KGB) ASN yang bersangkutan ditangguhkan sampai penurunan pangkat.
 "Untuk penurunan pangkat ini, tergantung kesalahannya. Ada yang diturunkan satu tingkat selama satu tahun atau ada yang diturunkan pangkatnya sampai tiga tingkat hingga sampai kepada pemberhentian," jelasnya.
Kendati demikian Abas menyayangkan, jika hal tersebut seharusnya tidak harus terjadi jika saja ada kepedulian atasan kepada bawahannya.
 "Atasan mesti peka terhadap bawahan. Ketika mengetahui ada stafnya tidak masuk kerja tiga hari berturut-turut seharusnya secepatnya melakukan pemanggilan untuk pembinaan. Pertanyaannya apakah atasannya atau kepala dinas sudah melakukan kewajibanya dan memahami apa itu UU ASN nomor 53 tahun 2010, kuncinya disitu," tandasnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template