Asap Kapur Buat Mata Gatal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Asap Kapur Buat Mata Gatal

Asap Kapur Buat Mata Gatal

Written By Angga Praditya on Kamis, 30 November 2017 | 14.30.00

Wiwid: Saya Panik Kalau Asapnya Menutupi Badan Jalan

PANGKALAN, RAKA - Lagi-lagi soal asap hitam pekat hasil pembakaran batu kapur di Kampung Pakapuran, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan. Asap itu kembali dikeluhkan karena mengganggu pandangan pengendara yang melintas di Badami Loji perlintasan Desa Tamansari. Mereka khawatir menabrak kendaraan di depannya atau ditabrak dari belakang karena nyaris tidak melihat pemandangan di depan.
Ditambah lagi kondisi cuaca yang tidak mendukung, karena angin berhembus amat kencang. Sehingga mengakibatkan asap hitam membumbung ke udara jadi menggumpal-gumpal saking tebalnya menerpa pengendara. "Asap tebalnya bikin perih mata. Saya beberapa kali hampir menabrak kendaraan di depan malah hampir juga diseruduk kendaraan lain dari belakang," tandas Wiwid (39) warga Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor yang setiap hari melintas di jalan itu karena urusan pekerjaan, Rabu (29/11).
Dikatakan Wiwid, terkadang angin berhembus kencang sekali sampai-sampai badan jalan tidak terlihat. Kondisi seperti itu, akui Wiwid, sering membuat dia panik karena sudah pasti tidak melihat jalan di depan. "Saya suka panik kalau asapnya menutup badan jalan. Saya jadi tidak fokus mengendarai kendaraan, khawatir bisa bertabrakan dengan pengguna jalan lain," terang Wiwid.
Masih ditambahkan Wiwid, asap hitam pekat itu bukan saja membuat mata perih dan gatal, tetapi juga menebarkan bau tidak enak dan membuat napas sesak kalau terhirup. Padahal jelas Wiwid dirinya selalu menggunakan helm penuh kepala (helm full face) dan nyaris tertutup rapat. "Saya menggunakan helm full face tetapi masih bisa kemasukan asap. Aduh, sesak napas kalau asapnya masuk dan mata gatal serta perih," ucap perempuan yang bekerja di kawasan industri KIIC ini.
Hal senada pun diungkapkan Usman (50) warga Desa Jatilaksana, Kecamatan Tegalwaru. Justru dia mengkhawatirkan kondisi cuaca saat ini. Berbeda kalau musim kering asapnya tidak begitu membahayakan, tetapi di musim hujan ini seperti lengket di kulit. "Kalau ada angin asapnya langsung seperti turun ke bawah dan menutup badan jalan. Itu yang berbahaya karena pengendara jadi tidak bisa melihat jalan yang dilintasi," ucapnya.
Berbeda kalau cuacanya bagus, angin lepas ke udara dan terpecah sehingga dirasakan tidak terlalu tebal. "Kalau di hari yang tenang, asap tidak begitu mengepul di jalan, ini mungkin karena angin Kencang yang tidak berarah membuat asap mudah menutupi jalan. Khawatir saja, kalau kondisinya seperti ini bisa sebabkan kecelakaan," tandasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pemilik Lio pembakaran kapur yang enggan namanya disebutkan mengatakan jika asap ada karena ada pembakaran. Diakuinya bahwa angin kencang juga salah satu pemicu sehingga asap mengudara tidak beraturan. "Mesti bagaimana lagi. Saya hanya bisa berusaha di bidang ini, cuma asap itupun tidak berlama-lama tutupi jalan kok, ya bukan saja ada asap, tapi ketika tidak ada asap pun, pengemudi memang mesti berhati-hati," jelasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template