Anak Buah Ditangkap, Kepala BPN Tertutup - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anak Buah Ditangkap, Kepala BPN Tertutup

Anak Buah Ditangkap, Kepala BPN Tertutup

Written By Mang Raka on Jumat, 03 November 2017 | 16.44.00

PURWAKARTA,RAKA - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purwakarta enggan menanggapi terkait penangkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) salah satu oknum pejabatnya yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) beberapa waktu lalu. Hal itu terbukti setiap akan dimintai keterangan terkait tindak lanjut terhadap oknum pejabat pungli tersebut, pihak BPN Purwakarta selalu mengelak dan terkesan alergi wartawan.
Pasalnya, setiap didatangi oleh sejumlah awak media, selalu dihadapkan dengan petugas keamanan BPN setempat dengan alasan jika pimpinan kantor tengah berada diluar kota. Jawaban seperti itu selalu diterima awak media paska penangkapan oknum pejabat BPN Purwakarta yang terjaring OTT.
Ketua Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP)  Hikmat Ibnu Aril Berpendapat, BPN Purwakarta harus senantiasa memberi informasi kepada publik, karena dengan adanya OTT di instansi ini menandakan adanya oknum yang merusak citra dengan cara melanggar aturan. "Semestinya BPN harus tetap terbuka dalam memberikan informasi kepada publik. dengan adanya OTT, menandakan bahwa di instansi tersebut terdapat oknum yang merusak citra dan melanggar aturan. Bila kemudian tertutup, masyarakat akan berpandangan negatif terhadap instasi tersebut," ujarnya, Kamis (2/11).
Aril berharap, selain memberikan efek jera kepada tersangka, proses hukum harus terus ditindak lanjut hingga tuntas. "Agar memberikan efek jera, berikan sanksi tegas berupa pemberhentian dengan tidak hormat, Selain proses hukum yang juga terus berjalan sampai tuntas," ungkapnya.
Beberapa waktu lalu, pegawai BPN Purwakarta Mamat Saefudin (50) yang menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Pendaftaran Hak Atas Tanah pada Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN Purwakarta itu, ditangkap. Tersangka ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Purwakarta saat menerima sejumlah uang sebesar Rp 5.8 juta dari warga bernama Dodo dan Karya. Uang itu sebagai pelicin agar pengurusan pemisahan sertifikat tanah kedua warga tersebut dapat diprioritaskan.(gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template