Ahmad Arif: Pertahankan Tradisi Lokal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ahmad Arif: Pertahankan Tradisi Lokal

Ahmad Arif: Pertahankan Tradisi Lokal

Written By Angga Praditya on Senin, 13 November 2017 | 14.00.00

PURWAKARTA,RAKA- Banyak tradisi di masyarakat saat ini mulai tergerus oleh tradisi bangsa lain yang masuk dalam kehidupan masyarakat Indonesia, tujuannya menghilangkan jati diri atau karakter bangsa. Hal ini dikatakan Kabid Kepemudaan Disporaparbud Ahmad Arif Imamulhaq, usai menerima para penggiat seni tari di kantornya beberapa waktu lalu.
"Kita mesti berteri makasih kepada para pelaku seni, budayawan, dan kelompok masyarakat yang masih berupaya mempertahankan tradisi leluhur dalam kehidupan nyata. Sambil berupaya untuk mengembangkannya sesuai perkembangan zaman. Prinsip almuhafadhatu 'ala qadiimishshalih wal akhdzu bil jadiil ashlah (mempertahankan yang baik dari masa lalu sambil berikhtiar mencari yang lebih baik di masa kini) bisa diterapkan di sini," ungkap Arif, kepada Radar Karawang, Minggu (12/11).
Menurutnya, tradisi luar sengaja masuk ke Indonesia, agar masyarakat kehilangan jati dirinya. "Bangsa-bangsa lain mencoba memasukkan tradisi dan budayanya dalam kehidupan  masyarakat Indonesia, dengan tujuan untuk menghilangkan jati diri bangsa ini, sehingga kita kehilangan energi untuk melanjutkan terwujudnya cita-cita kemerdekaan," tandas mantan Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (Permata) Yogyakarta ini.
Arif menegaskan, bahwa tradisi yang berkembang di Indonesia telah diikat dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, namun hal tersebut tidaklah cukup. "Tidaklah cukup semboyan Bhineka Tunggal Ika tanpa upaya dan perilaku nyata anak-anak bangsa dalam mempertahankan dan mengembangkan tradisi luhur nenek moyang kita. Tradisi seni, tradisi bercocok tanam, tradisi bermasyarakat maupun tradisi lainnya yang sarat dengan nilai-nilai luhur sudah semestinya dipertahankan oleh generasi muda. Hari ini kita menyaksikan perilaku masyarakat yang mulai bergeser dari akar tradisi bangsa dan cenderung mengikuti dan bangga terhadap tradisi luar yang kontraproduktif bagi kemajuan bangsa," tegas Arif didampingi Rosma Derisma, Ketua Sanggar Campaka Ligar.(cr2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template