Ada Alih Fungsi Lahan di Tirtamulya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ada Alih Fungsi Lahan di Tirtamulya

Ada Alih Fungsi Lahan di Tirtamulya

Written By Angga Praditya on Sabtu, 25 November 2017 | 11.30.00

UPTD Pertanian tak Tahu Detail Titik LP2B


TIRTAMULYA, RAKA - Perkembangan Karawang berdampak buruk terhadap dunian pertanian. Lahan sawah yang menjadi identitas Karawang kini terus menyusut, termasuk banyaknya pembangunan perumahan di Tirtamulya.
Sebenarnya pemerintah daerah sudah mengatur titik pembangunan perumahan dan lahan yang harus dipertahankan dengan meluncurkan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) dan Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang baru beberapa bulan lalu di Paripurnakan. Namun sangat disayangkan dua payung hukum ini minim diketahui oleh pejabat UPTD Pertanian, sehingga meski banyak lahan teknis yang terus berkurang, tidak ada langkah apa-apa yang dilakukan oleh UPTD Pertanian.
"Untuk persoalan lahan teknis pertanian  yang dilindung Perda LP2B itu, kami tidak tahu desa mana saja yang tidak boleh dialih fungsikan," kata Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tirtamulya, Adang Rahayu SP, Jumat (24/11).
Yang pasti, kata Adang, untuk total keseluruhan luas lahan pertanian di wilayah Kecamatan Tirtamulya dari 10 desa ada 2.521 hektare. Meski demikian, dia tidak mengetahui secara detail lahan sawah yang ada di desa mana saja yang masuk perda LP2B. "Kalau untuk soal titik mana saja yang dilindung perda LP2B, itu urusannya di pihak BPMPT yang mengeluarkan izin perumahan), karena pada prinsipnya, kami hanya teknis lapangan saja," ujarnya.
Namun, hingga saat ini luas lahan pertanian diwilayah Tirtamulya masih  dalam luas yang  sama. Hal itu berdasarkan data yang dihimpunnya disetiap desa. Untuk Desa Citarik 140 hektare, Karang Jaya 219 hektare, Tirtasari 274 hektare, Parakan 272 hektare, Kerta Waluya 411 hektare, Cipondoh 270 hektare, Parakan Mulya 202 hektare, Kamurang 235 hektare, Bojongsari 232 hektare. "Itulah total luas lahan pertanian disetiap desanya, yang masih dimiliki warga disetiap wilayahnya," katanya.
Namun, saat disinggung, perihal adanya lahan teknis pertanian yang saat ini sudah alihpungsi lahan di wilayah Desa Citarik, seluas 9 Hektar, dirinya tidak banyak komentar. Akan tetapi, yang pasti untuk persoalan tersebut, diserahkan kembali terhadap pihak pemerintah daerah. "Untuk soal itu, kami hanya sebagai pelaksana teknis saja, jadi coba ke dinas terkait saja. Cuman saya berharap agar para petani disini, tidak  menjual lahan sawahnya, biar lahan pertanian disini tetap ada," harapnya.
Sujana, tokoh masyarakat Tirtamulya menyampaikan, bahwa saat ini sudah terjadi proses pembangunan perumahan dengan mengalih fungsikan lahan teknis pertanian seluas sembilan hektare. Hal itu sangat jelas telah  menyalahi aturan tata ruang wilayah di Kabupaten Karawang. "Di Desa Citarik itu sudah ada prakteknya pembangunan perumahan sudah digarap, seluas 9 hektare, dampaknya pun sangat terasa para petani, sekarang sudah tidak lagi bisa melakukan tanam padi, padahal sudah jelas untuk wilayah ini dilarang untuk dijadikan perumahan," tegasnya.
Sementara itu, saat Radar Karawang mengunjungi kantor Kecamatan Tirtamulya, untuk mengkonfirmasi perihal sidak Wakil Bupati Karawang H Ahmad Zamakhsyari yang mengintrupsikan seluruh perusahaan pengembang agar segera dilakukan pemanggilan. Camat Tirtamulya tidak ada di tempat, melainkan sedang ada giat di Pemda.(ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template