8 Hari Operasi, Polisi Jaring 2.000 Kendaraan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 8 Hari Operasi, Polisi Jaring 2.000 Kendaraan

8 Hari Operasi, Polisi Jaring 2.000 Kendaraan

Written By Mang Raka on Kamis, 09 November 2017 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Satuan polisi lalulintas (Satlantas) Polres Karawang mengamankan dua unit mobil pejabat yang mengganti warna plat kendaraannya yang tadinya merah menjadi hitam. Kendaraan tersebut diamankan setelah terjaring operasi zebra yang dilakukan pihak kepolisian di Jalan Ahmad Yani, Rabu (8/11).
Pihak kepolisian sempat jengkel dengan ulah para pejabat yang dimana kelakukannya dalam menggunakan kendaraan tidak sama sekali mencerminkan sebagai seorang pengayom yang harus menjadi percontohan bagi masyarakat Karawang. "Bener diamankan dua mobil. Plat kendaraannya harusnya berwarana merah tapi dirubah menjadi hitam," ujar Kanit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Polres Karawang Ipda Anwarudin SH MH kepada Radar Karawang.
Dikatakan Anwarudin operasi zebra ini sudah berlangsung sejak 1 September lalu dan dilakukan serentak diseluruh Indonesia. "Kita sudah 8 hari menggelar operasi zebra. Kendaraan yang terjaring sudah lebih dari 2.000 unit, baik roda dua maupun empat, hari ini saja mencapai 129 kendaraan yang tidak membawa STNK dan SIM 29 dengan total 134 kendaraan," ucapnya seraya mengatakan untuk operasi itu pihaknya mengerahkan 40 personel Satlantas Polres karawang.
Untuk memaksimalkan operasi, terang Kanit Turjawali ini, titik operasinya memang berubah-ubah, artinya tidak hanya disatu tempat namun berganti-ganti tempat. "Kita operasinya berbeda-beda bisa disamping Gedung DPRD Karawang, bisa di Terminal Klari, Tanjungpura dan bisa juga di depan Mega M," ujarnya.
Kegiatan operasi yang diikuti juga oleh petugas Dinas Perhungan (Dishub) dan Polisi Militer itu berlangsung lancar. Namun pihaknya akan terus menghimbau agar pengendara bisa terus patuh terhadap aturan. "Saya menghimbau agar masyarakat tetap patuh terhadap aturan lalulintas yang berlaku," ucap kanit.
Sementara itu, Fajar (35) yang terkena tilang di depan Pospol Mega M mengaku dirinya dari Cikampek ingin ke Bekasi tapi ditilang di depan Mega M karena pajak kendaraannya mati. "Saya kena tilang karena pajak kendaraan mati tetapi surat kendaraan lengkap," ucapnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template